Tingkatkan Hasil Belajar IPS Sekolah Dasar dengan Model Pair Checks

Oleh: Wukhir, S.Pd.SD
Guru SDN 4 Kebongembong, Kec. Pageruyung, Kab.  Kendal

SEORANG guru bertanggung jawab kemajuan siswa dengan menerapkan seluruh potensi (sifat) siswa, baik potensi kognitif, potensi penuh perasaan, maupun potensi psikomotorik. Seorang pendidik dalam proses pembelajaran harus mampu menciptakan iklim kelas yang imajinatif, kreatif, dan menyenangkan agar siswa ceria dalam belajar dan mencapai hasil belajar yang ditentukan.

Selamat Idulfitri 2024

Salah satu indikator kemenangan dalam belajar dapat dilihat dari hasil belajar siswa. Akan tetapi, berdasarkan beberapa fakta di Sekolah Dasar, dapat diketahui bahwa hasil belajar IPS yang rendah terlihat dari nilai ulangan harian siswa hampir 60% mendapat nilai dibawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 70 dan hal lain yang menjadi permasalahan terlihat terlihat dari sisi guru, siswa, serta penerapan pembelajaran di kelas. Terlihat dari peran guru saat mengajar yang masih dominan (teacher center), sehingga saat instruktur menjelaskan materi ada beberapa siswa yang tidak memperhatikan pembelajaran, sering menoleh keluar kelas, mengganggu teman di sebelahnya terlebih lagi siswa yang duduk dibelakang.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Oleh karenanya, diperlukan demonstrasi pembelajaran yang dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam pegangan pembelajaran. Persiapan belajar yang baik ditandai dengan interaksi antara komponen yang berperan dalam pembelajaran seperti guru, siswa, media, metode, peralatan dan lingkungan kelas yang terarah. Guru bertindak sebagai pengantar dan siswa sebagai penerima pesan. Model ini menuntut kemandirian dan kemampuan siswa dalam menyelesaikan persoalan. Selain itu, melatih tanggung jawab sosial siswa, kerja sama, dan kemampuan memberi penilaian dan mempersiapkan siswa dalam memahami masalah yang diberikan oleh instruktur dalam set.

Salah satu metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan hasil pembelajaran IPS adalah pair checks. Model pembelajaran pair checks bermanfaat untuk melatih rasa sosial siswa kerjasama dan bertanggung jawab dalam menyelesaikan persoalan yang diberikan.

Manusia adalah makhluk sosial yang impuls-impulsnya akan terus menerus berkoordinasi dengan orang lain dan partisipasi merupakan salah satu karakter manusia, latihan yang dapat dilakukan bersama-sama adalah mengkaji. Dengan demikian, menjawab tantangan perubahan zaman. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan telah merencanakan pembelajaran abad 21 dalam program Pendidikan yang berpusat pada siswa, menjadi dasar khusus mengingat, mampu berkomunikasi, mampu berkolaborasi dengan memeriksa, berkolaborasi dan menjadi inventif. Digunakannya model pair checks diharapkan mampu membantu menumbuhkan rasa sosial siswa dengan cara berdiskusi di dalam memecahkan persoalan.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Pada penerapan model pair checks, mereka sangat senang dengan model yang diberikan. Tetapi beberapa siswa meminta guru untuk dipasangkan dengan teman dekat mereka, namun sebagai seorang pengajar kita tidak bisa melakukan hal tersebut. Hal yang harus diperlihatkan adalah melihat karakter satu persatu siswa di kelas, banyak sekali siswa yang memang aktif dan terlihat juga siswa yang pendiam dan pemurung.

Pembagian tim dilihat dari karakter tersebut dan terbentuk menjadi tujuh kelompok. Setiap kelompok terdiri dari empat orang. Siswa sangat bersemangat, bekerja sama, bertanggungjawab dan berlomba-lomba agar timnya bisa jadi pemenang. Hal itu mereka lakukan dengan cara berdiskusi dan membimbing teman-teman mereka dalam satu tim.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Dengan model pair checks, diharapkan hasil belajar siswa untuk pelajaran IPS terdapat pengaruh yang signifikan dibandingkan dengan hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional. Kapasitas dan kemampuan mereka dalam bentuk menguasai berbagai pembelajaran dan media yang berguna untuk menghasilkan minat dan pertimbangan siswa dalam pembelajaran dan pegangan pembelajaran menjadi menarik, menyenangkan, dan signifikan. Guru sebaiknya memanfaatkan acara pembelajaran yang signifikan, salah satunya adalah acara pembelajaran pair checks. Banyak sekali penerapan model pembelajaran yang dapat disesuaikan dengan pembelajaran di kelas. Selain itu, guru juga harus membantu memberi solusi mengenai keterbatasan siswa seperti siswa yang masih sulit dalam membaca, masih terlihat kesusahan dalam menulis. (*)