Cabut Subsidi Migor, Agen Kehabisan Stok

SUASANA: Salah satu agen minyak goreng di Pasar Beringharjo sedang menakar minyak untuk dijual, Kamis (2/6). (ISTIMEWA / JOGLO JATENG)

KOTA,Joglo Jogja – Pemerintah pusat resmi mencabut subsidi minyak goreng per tanggal 31 Mei kemarin. Dengan pencabutan subsidi tersebut, tentunya berdampak pada melambungnya harga dan kelangkaan stok minyak goreng.

Dampak ini dirasakan langsung oleh pedagang di pasar Beringharjo. Salah satu agen minyak goreng curah, Surati menjelaskan, kelangkaan minyak goreng curah ini sudah terjadi sejak sabtu (29/5). Bahkan di tingkat distributor juga terjadi kekosongan.

“Tidak ada stok minyak goreng curah. Pihak distributor juga hanya menyampaikan menungu kiriman stok minyak,” ujarnya, Kamis (2/6).

Kelangkaan minyak goreng curah ini terjadi di hampir semua distributor. Banyak pelanggan kecewa karena tidak adanya barang. Sehingga terpaksa membeli minyak kemasan yang harganya lebih mahal.

“Banyak pembeli yang kecewa, karena kalau yang harga subsidi Rp 14.000 per liter. Jadi kalau ada, ya terpaksa beli minyak goreng kemasan harga Rp 23.000 per liter,” paparnya.

Ia menambahkan, pencabutan subsidi terhadap minyak goreng curah ini tentu akan memberi dampak yang cukup banyak. Salah satunya potensi kenaikan harga.

“Ya otomatis nanti harganya jadi segitu. Sebenarnya enggak sepakat kalau dicabut, kasihan rakyat kecil kalau jadi mahal lagi. Tapi kita kan tidak bisa berbuat apa-apa,” ujarnya.

Lebih lanjut menurutnya, sebelum terjadi kelangkaan minyak goreng tersebut, kerap ada petugas yang datang untuk mengecek ketersediaan stok. Namun hingga sekarang, tidak ada lagi petugas yang datang melakukan pengecekan stok.

“Kemarin-kemarin sempat dicek sama polisi dan tentara, tapi tidak ada efeknya. Stok minyak goreng curah tetap kosong, sekarang tidak ada lagi pemeriksaan,” tambahnya.

Surati berharap agar stok minyak goreng curah tersedia. Meskipun nantinya harganya cukup mahal. “Masyarakat maunya stok tetap ada meskipun harganya naik,” jelasnya. (ers/abd)