Oleh: Eny Sulistiyowati, S.Pd.
Guru IPS SMP Negeri 1 Mayong, Kab. Jepara
PESERTA didik merupakan subjek utama pembelajaran, maka dalam proses belajar mengajar harus senantiasa memperhatikan karakteristik dan kebutuhan para peserta didik. Dalam proses belajar mengajar, guru berperan sebagai fasilitator yang membantu para peserta didik mengembangkan diri, mendorong peserta didik untuk tumbuh dan berkembang menjadi warga negara yang berkepribadian dan mengembangkan keterampilan bergaul.
Keaktifan para peserta didik hendaknya didorong oleh kemauan untuk belajar karena adanya sesuatu yang ingin dicapai dan akan berkembang apabila dilandasi dengan pendayagunaan potensi yang dimiliki (motivasi intrinsik). Sedangkan guru ikut memberi motivasi dan memberi bimbingan yang mengarah pada tujuan yang ingin dicapai (motivasi ekstrinsik). Motivasi belajar merupakan faktor utama yang menentukan keberhasilan belajarnya. Kadar motivasi ini banyak ditentukan oleh kadar kebermaknaan bahan pelajaran dan kegiatan pembelajaran peserta didik yang bersangkutan.
Motivasi adalah daya penggerak menjadi aktif, menjadi aktif pada saat-saat tertentu, terutama bila kebutuhan untuk mencapai tujuan sangat dirasakan/mendesak. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Widiasworo (2017) bahwa motivasi adalah keseluruhan daya penggerak, baik dari dalam diri maupun dari luar dengan menciptakan serangkaian usaha untuk menyediakan kondisi-kondisi tertentu yang menjamin kelangsungan dan memberikan arah pada kegiatan sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek itu dapat tercapai.
Selain adanya motivasi dalam pembelajaran, untuk meningkatkan hasil belajar siswa juga diperlukan media pembelajaran, salah satunya LCD. Sesuai dengan fakta di lapangan menyimpulkan bahwa penggabungan atau pengintegrasian dua atau lebih format yang berpadu seperti teks, animasi, dan video untuk membentuk aturan informasi ke dalam sistem komputer. Media pembelajaran merupakan proses yang kompleks untuk mempermudah belajar siswa. Dengan demikian media pembelajaran pada hakekatnya untuk mempermudah belajar siswa termasuk media model dan papan tulis.
Yang perlu diperhatikan adalah beberapa prinsip yang perlu dipertimbangkan oleh guru/pendidik dalam memilih dan menggunakan media pembelajaran. Demikian juga banyak membaca buku pelajaran, banyak yang diketahui. Artinya, mereka yang banyak membaca buku pelajaran akan lebih banyak mengerti dan menguasai segala sesuatu dari pada mereka yang tidak banyak membaca. Berdasarkan latar belakang tersebut diatas, maka sudah selayaknya bagi para guru untuk memasuki dunia pendidikan. Mengembangkan semua potensi yang dimiliki para peserta didik, memberikan bimbingan dan senantiasa memberikan motivasi serta kepercayaan pada para peserta didiknya bahwa para peserta didik pasti dapat menguasai bahan pelajaran yang diajarkan di sekolah.
Selain dari motivasi, siswa juga memerlukan media pembelajaran, dimana media pembelajaran merupakan penunjang materi alat bantu yang memudahkan guru untuk menyampaikan materi. Dalam proses belajar mengajar akan terasa membosankan dan menjenuhkan sehingga siswa harus diberikan motivasi dan dilengkapi LCD sebagai fungsi media pembelajaran serta siswa diberi buku penunjang agar siswa bisa semangat dalam proses belajar mengajar.
Pentingnya motivasi belajar dan penguasaan terhadap media-media sebagai respon kreatif terhadap perkembangan teknologi dan memanfaatkannya sebagai media untuk memperkukuh dan memaksimalkan hasil pembelajaran, merupakan suatu hal yang tidak bisa dihindari lagi. Guru sekarang ini harus menguasai dengan baik terhadap komputer, internet, dan berbagai media baru.
Siswa harus dilatih melalui pembelajaran yang efektif untuk memotivasi belajar. Siswa juga diharapkan lebih kreatif dalam pembelajaran. Hasil penelitian diatas mencerminkan pentingnya motivasi belajar. media pembelajaran pada umumnya digunakan memberikan kejelasan dan memperlancar jalannya proses belajar mengajar, serta dapat mengaktifkan komunikasi interaksi antara guru dan siswa, serta dapat memberikan rangsangan pikiran, perhatian, dan keinginan siswa untuk mencapai keberhasilan dalam belajar. (*)








