SEMARANG, Joglo Jateng – Network for Indonesian Democratic Society atau Netfid Indonesia wilayah Jawa Tengah menyelenggarakan orientasi pengurus untuk periode 2022-2027. Orientasi pengurus merupakan kegiatan awal yang bertujuan untuk memperkenalkan profil, agenda, dan kerja organisasi. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring tersebut menghadirkan Ketua Netfid Indonesia, Dahliah Umar, MA dan pengurus Netfid Jawa Tengah. Netfid Indonesia merupakan salah satu organisasi jaringan masyarakat untuk kepemiluan dan demokrasi terbesar di Indonesia, dengan kenggotaan di 22 provinsi dan 71 kota/kabupaten di seluruh Indonesia.
Muh Afit Khomsani selaku Ketua Netfid Jawa Tengah menyampaikan bahwa Netfid Jawa Tengah diharapkan dapat menjadi organisasi bagi pemuda di Jawa Tengah yang mempunyai fokus dan kepedulian terhadap pemilu dan demokrasi di daerah. Ia mengatakan bahwa kegiatan orientasi ini merupakan langkah awal bagi pengurus untuk memahami tujuan organisasi dan konsolidasi internal organisasi.
“Netfid Indonesia merupakan wadah positif bagi kita generasi muda di Jawa Tengah yang memang mempunyai concern dan kepedulian terhadap isu pemilu dan demokrasi. Hal ini menjadi penting karena potensi generasi muda dapat diaktualisasikan ke dalam saluran atau kanal yang tepat, seperti Netfid Jawa Tengah ini. Harapan kita bersama, Netfid Jawa Tengah dapat bersinergi dengan stakeholders dan kelompok kepentingan lainnya yang ada di Jawa Tengah, utamanya dalam mengawal isu pemilu dan demokrasi di regional dan nasional. Terdekat, Netfid Jawa Tengah akan beraudiensi dengan KPU Jawa Tengah, BAWASLU Jawa Tengah, dan Pemerintah Provinsi untuk mendiskusikan hal-hal srategis organisasi,” paparnya, Jum’at (17/6).
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Netfid Indonesia Dahliah Umar menyampaikan apresiasinya atas terbentuknya kepengurusan Netfid di wilayah Jawa Tengah. Ia juga menekankan pentingnya partisipasi kelompok masyarakat sipil dalam kehidupan demokrasi di Indonesia.
“Selamat bergabung di Netfid Indonesia. Saya ingin mengucapkan apresiasi saya atas terbentuknya Netfid Jawa Tengah sebagai provinsi yang ke-22 dalam jaringan Netfid di seluruh Indonesia. Netfid Indonesia merupakan organisasi pemberdayaan pemuda untuk demokrasi dan kepemiluan,” katanya.
Lebih lanjut Dahliah mengatakan, Netfid Indonesia hadir untuk merespon perkembangan demokrasi di Indonesia, di mana Pemilu dan proses pergantian kekuasaan ada di dalamnya. Netfid Indonesia tidak ingin masyarakat Indonesia utamanya kelompok muda hanya menjadi pemilih pasif yang hanya hadir di TPS dan selesai. Netfid Indonesia berupaya menjadi bagian dari solusi untuk meningkatkan kualitas pemilu dan demokrasi, baik secara administratif maupun substantif, di Indonesia
Di akhir acara, Muhammad Yazid selaku Sekretaris Netfid Jawa Tengah menyampaikan bahwa pemilu dan demokrasi tidak hanya sebatas pada pencoblosan surat suara di TPS. Lebih dari itu, ia menyampaikan bahwa hal terpenting adalah bagaimana penyelenggaraan pemilu itu dilakukan, termasuk proses pemantauan pemilu. Praktiknya, peran masyarakat sipil dalam pemilu dapat hadir melalui pemantauan pemilu.
Dalam konteks politik lokal, Netfid Jawa Tengah mempunyai peran strategis sebagai role model kepedulian generasi muda terhadap pemilu dan demokrasi. Lanjut Yazid, Netfid Jawa Tengah nantinya akan banyak berkolaborasi dengan masyarakat dan unsur pemerintah di Jawa Tengah untuk mendiskusikan lebih lanjut gagasan dan agenda kerja organsiasi. (fif/gih)










