LONDON, Joglo Jateng – Harapan Rafa Nadal untuk menjuarai Wimbledon pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade akan menghadapi tantangan. Kali ini Novak Djokovic sedang berusaha memperpanjang dominasinya dalam turnamen utama lapangan rumput tersebut.
“Novak mungkin orang yang harus dikalahkan. Karena ia telah bermain dengan sangat baik,” kata pengamat tenis Eurosport, Alex Corretja, yang dikutip Reuters, Kamis.
Untuk pertama kali dalam karirnya, Nadal, memenangi Australian dan French Open berturut-turut. Petenis Spanyol itu mempunyai peluang untuk menjadi pria pertama yang menjuarai seluruh keempat turnamen utama dalam tahun yang sama sejak Rod Laver mencapai presitasi tersebut pada 1969.
Musim lalu, Djokovic hanya kurang satu pertandingan untuk menggenapi prestasi itu. Petenis Serbia ini menjuarai tiga Grand Slam pertama tapi kalah oleh petenis Rusia Daniil Medvedev dalam final US Open.
Ketika Djokovic memenangi Wimbledon untuk keenam kalinya dan yang ketiga berturut-turut pada 2021, itu merupakan gelar utama dia yang ke-20. Hal itu juga menempatkannya dalam persaingan tiga arah setara dengan Roger Federer dan Nadal dalam mengejar siapa yang mengumpulkan gelar Grand Slam terbanyak di antara pemain tunggal putra.
Djokovic yang berusia 35 tahun belum menjuarai gelar utama sejak itu. Sementara Federer belum bermain sejak Wimbledon tahun lalu.
Penggemar Djokovic berpendapat bahwa pekerjaan Nadal relatif lebih mudah di Melbourne Park tahun ini. Karena ia tidak harus mengalahkan petenis Serbia itu yang tidak diizinkan mempertahankan gelar Australian Open-nya karena belum divaksinasi Covid-19.
Petenis 36 tahun, Nadal, belum bermain di Wimbledon sejak kekalahannya pada semifinal 2019 oleh Federer. Dia mengalahkan Djokovic pada perempat final Roland Garros bulan ini, sebelum melaju untuk memperpanjang rekor Gelar French Open menjadi 14 dan Grand Slam ke-22.
Masalah kaki kronis Nadal akan kembali menjadi fokus. Namun tugasnya di Wimbledon, yang ia menangi pada 2008 dan 2010, diperkirakan akan lebih menantang. Karena Djokovic tidak terkalahkan di sana dalam 21 pertandingan.
Selain itu, peringkat satu dunia Medvedev dilarang untuk ikut ambil bagian dan peringkat dua Alexander Zverev absen karena cedera. Djokovic adalah unggulan teratas dan Nadal nomor dua.
Keduanya hanya bisa bertemu pada final 10 Juli jika mereka berhasil melalui pertandingan-pertandingan sebelumnya. Menurut Alex Corretja, Djokovic sangat sulit dikalahkan di Wimbledon.
“Ia telah menang di sana. Dia juara bertahan, dan akan menjadi sulit untuk mengalahkannya. Ia melakukan servis dengan hebat, mengembalikan dengan sempurna, ia bergerak dengan baik, ia bermain mendalam. Menurut saya tidak banyak pemain dalam undian pertandingan yang benar-benar merasa mereka bisa mengalahkan Novak dalam best-of-five di lapangan rumput,” terangnya. (ara/fat)










