PURBALINGGA, Joglo Jateng – Angka prevalensi stunting di Kabupaten Purbalingga terus menurun dari tahun ke tahun. Dengan capaian tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga optimis capaian target yang ditentukan oleh provinsi dapat tercapai.
Wakil ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Purbalingga, Suroto mengatakan, angka stunting di Kota Perwira mengalami penurunan yang signifikan yaitu 28,4 persen pada 2017, 26,4 persen pada 2018, 17,8 persen pada 2019, 16,93 persen pada 2020, dan 15,7 persen pada 2021. Menurutnya, hal tersebut merupakan kemajuan yang baik dalam hal penanganan stunting.
“Dari tahun ke tahun angka stunting terus mengalami penurunan. Ini merupakan hal yang baik dan terbukti bahwa aksi penurunan stunting di Kabupaten Purbalingga efektif,” katanya.
Suroto menyampaikan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan penurunan angka stunting hingga 13,3 persen untuk Purbalingga. Sedangkan pemerintah pusat menargetkan penurunan angka stunting hingga 14 persen di tahun 2024.
“Kami optimistis bisa menekan angka stunting yang ditargetkan. Sinergitas semua pihak diharapkan tetap terjalin baik sehingga apa yang ditargetkan tercapai,” ujarnya.
Senada, Wabup Sudono menyampaikan optimisme serupa dengan berpijak pada data penurunan stunting yang signifikan. Sisa waktu dua tahun untuk menekan angka stunting yang ditargetkan nasional tersisa 1,7 persen akan dicapai apabila Pemkab Purbalingga secara serius dan simultan berkoordinasi dengan pemerintah desa.
“Hal yang terpenting adalah gizi harus tercukupi. Selain itu, usia nikah juga harus diperhatikan, di samping screening lain sebelum melakukan pernikahan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Purbalingga, Jusi Febrianto menjelaskan peran penting ibu dalam penanganan stunting. Ibu hamil harus dipastikan tidak mengalami anemia, karena asupan nutrisi janin berasal dari si ibu.
“Sebelum melakukan pernikahan, wanita harus melakukan screening. Salah satunya tes hemoglobin. Kalau anemia, kita dampingi tiga bulan sampai normal sehingga meminimalisir mal nutrisi untuk janin,” ujarnya.
ASI eksklusif juga menjadi perhatian. Pemkab Purbalingga telah mengimbau kepada tempat bekerja untuk menyediakan refrigerator bagi ibu karier yang masih menyusui anaknya. (hms/abd)










