Example Non Example Tingkatkan Pemahaman Belajar PPKn

Oleh: Sudibyo,S.Pd.SD
Guru Kelas VI SDN Ambokulon, Kec Comal,Kab Pemalang

PENDIDIKAN Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) merupakan muatan pelajaran yang penting dalam membekali siswa agar dapat melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai warga negara yang baik. Sehingga mereka mampu berperan secara optimal dalam proses pembangunan bangsa. Banyak orang yang beranggapan bahwa PPKn merupakan muatan pelajaran yang sangat membosankan, penuh hafalan dan statis. Hal ini disebabkan karena masih sedikit sentuhan inovasi atau kreativitas yang dilakukan guru sehingga cenderung statis dan monoton.

Selamat Idulfitri 2024

Hal ini juga terjadi di kelas VI SDN Ambokulon, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang. Dalam proses pembelajaran, siswa cenderung kurang aktif, demikian juga dengan hasil prestasi belajarnya yang masih di bawah KKM. Secara umum dalam kegiatan pembelajaran dapat dinyatakan berhasil apabila guru dalam menyampaikan setiap pembelajaran, siswa dapat memahami dan menguasai konsep yang diberikan guru. Adapun keberhasilan siswa terhadap materi pelajaran dinyatakan dalam bentuk nilai. Ketidakberhasilan siswa terhadap materi pelajaran dan rendahnya antusias siswa dalam belajar terbukti pada hasil perolehan nilai ulangan.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Masalah yang dihadapi kelas VI SDN Ambokulon adalah rendahnya hasil belajar pada Kompetensi Dasar menganalisis pelaksanaan kewajiban, hak dan tanggung jawab sebagai warga negara beserta dampaknya dalam kehidupan sehari-hari, materi hak, kewajiban dan tanggung jawab. Banyak siswa yang nilainya di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Sebuah tindakan komunikatif diperlukan untuk dapat menghasilkan pemahaman yang baik terhadap pembelajaran.

Penerapan model pembelajaran yang tepat pada materi hak kewajiban dan tanggung jawab adalah menggunakan model example non example. Model ini sangatlah cocok digunakan karena dapat dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap hak, kewajiban dan tanggung jawab sehingga prestasi siswa meningkat dan pada akhirnya dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari baik pengetahuan maupun ketrampilan yang dimilikinya untuk dapat hidup dan berkembang di masyarakat yang dapat membangun  dirinya sendiri maupun orang lain, masyarakat, bangsa dan negara.

Menurut Roestiyah (2001:73), model example non example adalah model pembelajaran yang mempersiapkan dan menggunakan gambar, diagram maupun tabel yang telah disesuaikan dengan materi ajar dan kompetensi dasar. Adapun penyajian gambar dapat ditempel ataupun ditampillkan pada LCD atau OHP. Model example non example bertujuan mendorong siswa untuk berpikir kritis dengan jalan memecahkan permasalahan yang terkandung dalam contoh-contoh gambar yang disajikan. Alasan belajar materi hak, kewajiban dan tanggung jawab menggunakan model ini karena di dalam, materi yang disajikan adalah manusia yang sedang melaksanakan hak, kewajiban dan tanggung jawab di lingkungan rumah, di lingkungan sekolah dan di lingkungan masyarakat sehingga cocok menggunakan model example non example.

Langkah-langkah model pembelajaran example non example yang pertama, guru menyampaikan kompetensi yang hendak dicapai. Di langkah ini guru diharapkan untuk menyampaikan kompetensi dasar yang muatan pelajaran PPKn. Kedua,guru menyajikan materi.Penyajian materi sangatlah penting  karena sebagai momentum permulaan pembelajaran.Diharapkan guru dapat memberikan motivasi dan mmbuat siswa lebih antusias. Ketiga,guru mempersiapkan gambar-gambar yang berkaitan dengan materi yaitu hak kewajiban dan tanggung jawab. Keempat,guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan siswa untuk memperhatikan gambar-gambar. Kelima,siswa berdiskusi dalam kelompoknya dan hasilnya dicatat dibuku. Keenam,tiap kelompok diberikan kesempatan membacakan hasil diskusinya.Mulai dari hasil diskusi siswa guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai. Ketujuh,guru dan siswa membuat kesimpulan.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Kelebihan model example non example adalah siswa dapat mengembangkan ketrampilan berpikir kritis ketika,melihat gambar yang sesuai dengan kompetensi dasar,setiap siswa akan diberi waktu untuk mengutarakan apa yang dipikirkan setelah menganalisis gambar yang sesuai dengan kompetensi dasar dan dapat mengimplementasikan materi dari contoh gambar yang sesuai dengan kompetensi dasar.Sedangkan kekurangan model ini adalah waktu yang digunakan relatif panjang dan materi yang diajarkan di sekolah tidak selalu cocok dengan presentasi gambar.

Namun dari kelebihan dan kekurangan,model example non example tetaplah membantu pemahaman siswa dan menarik perhatian siswa dalam pembelajaran menganalisis pelaksaan hak, kewajiban dan tanggung jawab sebagai warga negara beserta dampaknya dalam kehidupan sehari-hari, materi pokok hak, kewajiban dan tanggung jawab. Sehingga pembelajaran kelas VI SDN Ambokulon, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang menjadi asyik, menyenangkan,proses pembelajaran berlangsung efektif dan hasil pembelajaranpun meningkat. (*)