Program TPS 3R Kurangi Penumpukan Sampah

TINJAU: Petugas Dinrumkim Purbalingga saat mengunjungi salah satu TPS 3R, beberapa waktu lalu. (HUMAS/JOGLO JATENG)

PURBALINGGA, Joglo Jateng – Dinas Perumahan Dan Permukiman (Dinrumkim) Kabupaten Purbalingga melaksanakan program Tempat Pengelolaan Sampah Reuse (mengurangi), Reduce (menggunakan), dan Recycle (daur ulang) atau TPS 3R. Hal tersebut dilakukan untuk mengurangi penumpukan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) kota.

Pejabat Fungsional Teknik Penyehatan Lingkungan Muda Dinrumkim Purbalingga, Wahyuningsih Suprapti mengatakan, diperlukan perencanaan yang matang untuk bisa mengatasi permasalahan sampah di setiap daerah. Sehingga, permasalahan sampah tidak berlanjut semakin parah.

“Kita harus merencanakan agar persampahan di kabupaten bisa disolusikan di desa terlebih dahulu. Jadi semua terorganisir dan tidak menumpuk menjadi masalah baru nantinya,” ujarnya.

Tahun ini, Dinrumkim Purbalingga telah membangun TPS 3R di 3 desa, yakni Kutabawa, Serang, dan Bandingan. Program TPS 3R tersebut meliputi pembangunan gedung, mesin pemilah dan pencacah, 2 motor roda tiga, 2 gerobak sampah, instalasi listrik dan air dengan biaya total 583 juta rupiah.

Program TPS 3R tersebut telah dilaksanakan selama dua tahun. Pada 2021 lalu, program tersebut telah dilaksanakan di 3 desa. Yakni Selaganggeng, Bancar, dan Sempor Lor.

“Program ini juga merupakan hasil kolaborasi, antara Dinrumkim yang telah memfasilitasi bangunan dan peralatan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang akan melakukan bimbingan, dan pengelolaan yang diserahkan kepada pihak Pemerintah Desa (Pemdes),” paparnya.

Pihaknya berharap, TPS 3R tidak hanya bisa menyelesaikan masalah terkait sampah. Tetapi juga memberikan manfaat dari segi ekonomi, khususnya bagi masyarakat sekitar.

“Setelah dilaksanakan program ini, harapannya juga bisa menumbuhkan ekonomi masyarakat. Sehingga jika ada warga yang belum mendapat pekerjaan bisa diberdayakan untuk memilah sampah, dan sampah yang bisa didaur ulang dibuat kerajinan yang mempunyai nilai ekonomi,” pungkasnya. (hms/abd)