Bupati Ingatkan untuk Hindari 4 Terlalu

IMBAU: Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi saat mengingatkan masyarakat untuk menghindari 4 terlalu pada peringatan Harganas di Kompleks Wisata Golaga, Jumat (8/7). (HUMAS/JOGLO JATENG)

PURBALINGGA, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga mengingatkan kepada masyarakat untuk menghindari “4 Terlalu”. Yakni terlalu muda melahirkan, terlalu tua melahirkan, terlalu sering atau terlalu dekat melahirkan/tidak diatur jangka kelahirannya, dan terlalu banyak anak.

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi menyebutkan, faktor utama untuk mencegah kematian dan memastikan kesehatan ibu dan anak adalah perencanaan kehamilan. Ia juga berpesan kepada para Kepala Puskesmas agar Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) untuk dijaga jangan sampai meningkat.

“Kematian ibu di Purbalingga tahun ini sudah 3, mudah-mudahan tidak meningkat. Sedangkan kematian bayi tahun ini sudah 45. Saya minta stop di angka itu. Saya mohon dengan hormat bantuan sengkuyung para Kepala Puskesmas dan para Direktur RS, baik RSUD maupun RS swasta untuk bergandengan tangan menurunkan AKI AKB,” katanya.

Tidak hanya itu, peringatan Hari keluarga Nasional (Harganas) kali ini juga bertemakan Ayo Cegah Stunting Agar Keluarga Bebas Stunting. Bupati mengajak kerja sama lintas sektoral agar angka stunting dapat terus ditekan.

“Permasalahan stunting tidak hanya masalah gizi, bisa juga karena lingkungan tidak sehat, RTLH, dan tidak punya jamban. Pernikahan dini juga berdampak peningkatan stunting. Karena tanpa disadari anak yang hamil di usia yang belum siap bisa berisiko stunting,” terangnya.

Angka Stunting di Purbalingga setiap tahun mengalami penurunan. Tahun 2017 angka stunting masih 28,7% sedangkan 2021 turun menjadi 15,7%. Stunting merupakan hal yang penting, karena menyangkut kualitas SDM ke depan, sebab saat bonus demografi nanti sangat dibutuhkan SDM unggul.

“Untuk mencapai target nasional 14%, kita hanya butuh effort untuk bisa menurunkan 1,7%. Mudah-mudahan dengan kita bergandengan dengan seluruh stakeholder, target 14% di tahun 2024 ini bisa berhasil,” pungkasnya. (hms/abd)