PATI, Joglo Jateng – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati memperkirakan aplikasi MyPertamina akan diterapkan di Pati bulan September. Hal itu dilakukan sebagai syarat membeli bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite.
Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Disdagperin Pati, Koeswantoro mengatakan, aplikasi MyPertamina saat ini baru diterapkan di kota-kota besar. Sedangkan di Kota Bumi Mina Tani belum bisa di pastikan penerapannya.
“Kalau tidak salah (penggunaan aplikasi MyPertamina, red) itu mulai September. Untuk saat ini belum. Setahu saya yang sudah pakai MyPertamina baru Semarang, Jogja, atau kota-kota besar,” katanya, belum lama ini.
Hingga saat ini, pihaknya masih menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait program tersebut. Sementara ini, pihaknya terus memberikan imbauan kepada Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) untuk segera bersiap.
“Bagi SPBU harus menyiapkan barcode dan sebagainya. Jadi kami mengimbau kepada SPBU untuk segera menyiapkan itu. Nanti sewaktu Pati harus melaksanakan, dari SPBU siap, dari masyarakat juga sudah siap” imbuhnya.
Selain itu, SPBU juga diminta untuk segera mempersiapkan segala hal teknis. Seperti mengunduh aplikasi dan juga mendaftar di MyPertamina. Dengan begitu, tak akan ada kendala saat program tersebut di implementasikan.
Sedangkan terkait stok BBM subsidi, ia mengatakan jumlahnya terbatas. Berdasarkan data Disdagperi Pati, suplai pertalite per tahun hanya 43 ribu kilo liter. Sedangkan jenis solar 84 kilo liter. (lut/abd)










