LONDON, Joglo Jateng – Novak Djokovic bertahan dari petenis penuh drama asal Australia Nick Kyrgios untuk mengamankan gelar Wimbledon keempat berturut-turut. Dia meraih kemenangan dengan skor 4-6 6-3 6-4 7-6(3) di Centre Court, akhir pekan lalu.
Petenis Serbia 35 tahun itu memperpanjang rekor tak terkalahkannya di Wimbledon menjadi 28 pertandingan. Dia dengan tenang mengambil inisiatif setelah dikalahkan pada set pembuka yang didominasi oleh servis Kyrgios.
Dalam usahanya merebut titel Wimbledon ketujuh, Djokovic secara otomatis menambah gelar tunggal Grand Slam-nya menjadi 21. Satu gelar di belakang pemegang rekor sepanjang masa untuk tunggal pria, Rafa Nadal.
Bermain di final Grand Slam pertamanya, Kyrgios memainkan permainan tenis yang gemilang pada set pembuka. Dimana Djokovic tidak bisa mengatasi servisnya. Namun, Djokovic menaikkan levelnya untuk keluar dari tekanan itu di awal set kedua. Dia mulai mengambil kendali ketika temperamen Kyrgios yang mudah berubah mulai mendidih di cuaca yang panas.
Ketika Kyrgios kehilangan servis dari kedudukan 40-0 menjadi 4-4 pada set kedua. Djokovic bertahan untuk memindahkan satu set dari kemenangan. Petenis Australia itu tampak hampir kehilangan kendali saat dia mengoceh.
Setelah pukulan backhand Kyrgios mengenai net pada match point ketiga Djokovic, unggulan teratas itu mengangkat tangannya ke langit. Setelah berjabat tangan membungkuk untuk memetik rumput dari lapangan setelah menjadi juara Wimbledon putra tertua kedua di era profesional.
Sementara itu, setelah menjuarai Wimbledon, Djokovic berharap pihak berwenang Amerika Serikat mengubah aturan masuk. Sehingga memungkinkan dia berkompetisi di US Open. Meskipun petenis Serbia itu menolak divaksin Covid-19.
Sekarang dia menargetkan gelar US Open keempat setelah kalah dari Daniil Medvedev di final tahun lalu. Namun, statusnya yang tidak divaksinasi berarti dia tidak akan diizinkan masuk ke Amerika Serikat untuk bermain di turnamen yang akan dimulai bulan depan.
“Saya tidak divaksinasi dan saya tidak berencana untuk divaksinasi, jadi satu-satunya kabar baik yang bisa saya dapatkan adalah mereka menghapus kartu vaksin hijau yang diwajibkan atau apa pun namanya untuk memasuki Amerika Serikat atau pengecualian,” kata pria 35 tahun itu.
Petenis Serbia itu dideportasi dari Australia karena status vaksinasinya pada Januari, mencegahnya mempertahankan gelar Australian Open. Djokovic mengakui bahwa hal itu adalah awal yang sulit untuk tahun ini dan dia membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk pulih.
“Ini sangat mempengaruhi saya dalam beberapa bulan pertama tahun ini. Saya tidak merasa hebat secara umum. Maksud saya, secara mental, emosional, saya tidak berada di tempat yang baik,” ungkap Djokovic.
“Saya tidak merasa diri saya di lapangan. Saya menyadari pada saat itu bahwa itu akan memakan waktu, bahwa saya harus bersabar, dan cepat atau lambat saya akan mendapatkan diri saya dalam keadaan optimal, di mana saya ingin itu terjadi,” ujarnya menambahkan. (ara/fat)










