Pati  

Harga Kepokmas Turun, Cabai Terompong Masih Mahal

BERJUALAN: Nampak salah satu penjual sembako di Pasar Puri Baru Pati sedangkan menawarkan dagangannya, Rabu (27/7) (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati menyebutkan sejumlah kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) mengalami penurunan harga setelah Idul Adha. Meskipun begitu, harga cabai teropong masih mahal.

Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Disdagperin Pati, Koeswantoro mengatakan, sejumlah harga kepokmas sudah mulai menurun. Sedangkan angka penurunan harga kepokmas hampir menyentuh angka 30 persen.

“Tinggal cabai teropong saja yang masih tinggi. Cabai keriting sudah Rp 75 ribu, sedangkan cabai teropong masih Rp 95 ribu, dan cabai merah Rp 65 ribu. Jadi harga sudah menurun semua, tinggal cabai teropong,” jelasnya, Rabu (27/7).

Menurutnya, setelah momen perayaan Idul Adha selesai, harga kepokmas mulai berangsur menurun. Terutama komoditas cabai. Sementara cabai jenis teropong tidak mengalami penurunan karena jumlah pasokan yang terbatas.

Tak hanya harga itu, komoditas bawang merah juga mengalami penurunan harga yang cukup signifikan. “Bawang merah lokal juga sudah menurun seharga Rp 40 ribu, bawang putih seharga Rp 32 ribu. Kemarin sekitar Idul Adha (bawang merah) sekitar Rp 58 sampai 60 ribu. Namun saat ini sudah Rp 40 ribu,” imbuhnya.

Berdasarkan pantauan Disdagperin Pati di sejumlah pasar, harga daging yang sebelumnya Rp 130 ribu mengalami penurunan menjadi Rp 125 ribu. Sedangkan harga kepokmas lain terbilang stabil. Seperti halnya telur masih di harga Rp 28 ribu.

Di sisi lain, salah satu penjual sembako di Pasar Puri Baru Pati, Kasmirah mengungkapkan, setelah Idul Adha sejumlah bahan pangan memang mengalami penurunan harga. Salah satunya yakni cabai merah.

“Sejumlah harga barang memang turun. Seperti cabai merah seharga Rp 65 ribu, yang dulunya menyentuh harga Rp 75 ribu. Lalu bawang merah dulunya Rp 55 ribu, sekarang turun jadi Rp 40 ribu,” jelasnya.

Meskipun harga kepokmas alami penurunan, ia menyebut pembeli juga cenderung menurun. Pasalnya, konsumen lebih memilih membeli bahan masak ke penjual keliling ketimbang harus ke pasar. (lut/abd)