SLEMAN, Joglo Jogja – Sleman bakal menjadi tuan rumah dalam kontestasi Pekan Olahraga Daerah (Porda) ke XVI pada bulan September mendatang. Kesempatan tersebut harus dimanfaatkan untuk kembali merebut juara umum.
Wakil ketua I DPRD Kabupaten Sleman, Arif Kurniawan mengatakan, Sleman menjadi tuan rumah adalah momentum yang bagus untuk merebut juara umum. Mengingat semangat sebagai tuan rumah menurutnya akan berbeda.
“Bukan karena tuan rumah bisa menghalalkan segala cara, tapi spiritnya tentu berbeda dengan bermain di tempat orang lain,” ungkapnya, baru-baru ini.
Tercatat pada dua ajang Porda terakhir di Kabupaten Bantul dan kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman berhasil menyabet gelar juara umum. Hal ini menurutnya bisa dijadikan motivasi untuk mempertahankan gelar juara tersebut.
Dalam upaya mencapai target juara umum, menurutnya perlu dilakukan langkah-langkah yang serius. Hal tersebut tentunya dilakukan agar target Sleman juara umum tidak hanya sebatas slogan saja.
Ia menyebut, untuk mencapai target sukses menjadi tuan rumah dan sukses juara umum memang butuh keseriusan. Bahkan pihaknya juga mengaku sudah memberikan anggaran yang cukup besar pada perhelatan olahraga dua tahunan tersebut.
“Anggarannya lumayan besar lho, dan sudah kita cukupi Rp 30 miliar lebih dari APBD,” lanjutnya.
Anggaran tersebut disiapkan salah satunya untuk memberikan bonus kepada para atlet yang juara. Hal tersebut menurutnya akan menjadi penyemangat dan motivasi para atlet untuk berkompetisi.
Selain pemberian bonus sebagai motivasi agar semangat bertanding, menurutnya pemberian bonus tersebut sebagai apresiasi kepada atlet yang telah berjuang mengharumkan nama Sleman. Sehingga perlu dipastikan mendapatkan penghargaan yang layak.
Perhelatan Porda XVI DIY tersebut rencananya bakal digelar di Kabupaten Sleman pada tanggal 1 hingga 9 September mendatang. Tercatat ada sebanyak 3.647 atlet yang akan bertanding.
Porda ke XVI DIY tersebut sebenarnya dijadwalkan pada tahun 2021 lalu. Namun karena adanya wabah pandemi Covid-19, mau tidak mau ajang pertandingan olahraga daerah tersebut diundur dan baru bisa dilaksanakan tahun 2022 ini.
Terakhir, sebagai tuan rumah, Arif berharap agar kompetisi tersebut bisa terselenggara dengan baik, harus tersistem dan terstruktur. Karena menurutnya, bagaimanapun prosesnya nanti akan dilihat oleh seluruh masyarakat Yogyakarta.
“Momen promosi, suporter akan datang, roda ekonomi juga akan bergerak,” pungkasnya. (fif/bid)










