Transaksi Semarang Great Sale Capai 353 Miliar

PANTAU: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat mengecek penyelenggaraan Semarang Great Sale atau Semargres, belum lama ini. (HUMAS/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Pemerintah Kota Semarang mencatat bahwa ajang Semarang Great Sale atau Semargres total transaksinya mencapai 353 miliar rupiah. Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan total transaksi penyelenggaraan Semargres 2021 yang membukukan angka senilai 308 miliar rupiah.

“Jadi saya ucapkan selamat, nilai transaksinya juga naik secara fantastis. Begitupun dengan jumlah tenant dan pembeli yang berpartisipasi. Tenantnya mencapai 1500, kupon yang dibagi mencapai 59 ribu, saya rasa memang sebuah kolaborasi yang luar biasa. Jika sebuah kolaborasi disengkuyung oleh semua pihak, maka Insyaa Allah targetnya akan tercapai,” ungkap Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, saat penutupan Semargres di Paragon Mall, belum lama ini.

Menurut Hendi, sapaan akarabnya, Semargres yang sudah berjalan sebanyak 11 kali menunjukkan keseriusan dan konsistensi dari para pengusaha untuk mendongkrak perekonomian di Kota Semarang. Hal tersebut juga dapat dilihat melalui insentif pajak yang meningkat. Melihat hal ini, Hendi bersama jajarannya mendukung melalui fasilitasi kebijakan.

“Terutama di era pasca pandemi ini, Semargres menjadi strategi andalan kami untuk meningkatkan perekonomian Kota Semarang. Semarang Great Sale 2022 ibarat alat bernama NOS (Nitrous Oxide System) yang dipasang pada mobil balap. Mobil kalau pakai NOS akan semakin kencang. Semarang yang ekonominya tengah melaju dengan Semargres ini semakin kencang, untuk itu saya ucapkan terima kasih pada teman-teman Kadin dan semua yang terlibat,” paparnya.

Hendi juga menekankan, kesuksesan Semargres 2022 adalah hasil dari kolaborasi antara Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Semarang, para pengusaha, pemerintah, dan juga masyarakat yang berperan sebagai konsumen yang kompak bergerak bersama. Ia juga menjelaskan bahwa peningkatan ekonomi dapat tercapai berkat partisipasi masyarakat dari semua lini ekonomi, tidak hanya mereka dengan ekonomi ke atas.

“Ada 2-3 pembeli di pasar (tradisional) yang dapat hadiah menang undian. Yang satu di Pasar Johar, Pasar Wonodri, dan Pasar Johar Basement (baru). Artinya ini tidak hanya untuk kalangan menengah ke atas yang berbelanja di mall tetapi semuanya, middle low juga terlibat membuat ekonomi Semarang semakin baik,” terang wali kota. (hms/gih)