Pati  

Populasi Ayam Berkurang Pemicu Kenaikan Harga Telur

ILUSTRASI: Terlihat seorang penjual telur di Pasar Puri Baru sedang melayani pelanggan, belum lama ini. (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati menyatakan bahwa kenaikan harga telur dipicu oleh beberapa faktor. Salah satunya karena berkurangnya populasi ayam petelur.

Anggota Komisi B DPRD Pati, Nur Sukarno mengatakan, dampak berkurangnya populasi ayam petelur membuat stok telur menurun. Hal itu yang kemudian disinyalir menjadi penyebab kenaikan harga komoditas telur di pasaran.

“Kenaikan harga telur saat ini juga disebabkan jumlah populasi ayam petelur yang menurun. Hal itu disebabkan banyak peternak ayam petelur yang mengurangi jumlah populasi ayamnya. Bahkan ada peternak yang mengosongkan kandangnya karena daya serapan di masyarakat rendah,” ungkapnya, belum lama ini.

Meskipun harga telur saat ini naik, namun hal itu tidak berpengaruh pada pendapatan para peternak. Pasalnya, biaya produksi khususnya harga pakan ternak sekarang terbilang tinggi.

“Harga telur saat ini masih mahal, tapi ironi sekali peternak ayam telur tidak bisa menikmati. Hal ini disebabkan harga konsentrat dan jagung naik drastis, sehingga biaya produksi jadinya mahal.

Sementara itu, Kabid Peternakan Dinas Pertanian Pati, Andi Hirawadi menjelaskan bahwa peternak ayam petelur di Pati masih terbatas. Sehingga, belum bisa memenuhi kebutuhan telur di daerah.

“Produksi telur untuk lokalan masih kurang. Kita masih datangkan dari Jawa Timur. Kalau kita memang produksi telur tidak mencukupi untuk kebutuhan dalam kabupaten,” katanya, belum lama ini.

Sedangkan peternak ayam petelur di Kabupaten Pati berada di wilayah tertentu. Di antaranya Desa Sukolilo, Beketel, dan Pakis. Di mana, titik tersebut merupakan penghasil jagung.

Meskipun begitu, saat dimintai data terkait produksi telur di Pati, pihaknya belum dapat memberikan. Ia hanya menegaskan bahwa produksi komoditas tersebut sesuai perhitungannya tidak mencukupi kebutuhan pasar. (lut/abd)