Pati  

Warga Keluhkan Berbagai Macam Persoalan

SUASANA: Sambung rasa di acara makan rajungan 1.500 porsi di Desa Keboromo, Rabu (30/8). (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Sejumlah warga Kabupaten Pati mengeluhkan bermacam persoalan di hadapan Penjabat (PJ) Bupati Pati saat sambung rasa di acara makan rajungan 1.500 porsi gratis di Desa Keboromo, Selasa (30/8). Mereka berasal dari Kecamatan Sukolilo, Pucakwangi, Dukuhseti, Margorejo hingga Juwana.

Pengurus organisasi Warga Peduli-Sosial, Hukum, dan Lingkungan Hidup (WALI-SHL), Selamet Riyanto menyatakan bahwa warga di wilayahnya terganggu dengan aktivitas pertambangan. Selain merusak lingkungan, kendaraan tambang mengakibatkan kerusakan jalan.

“Kawasan karst hancur akibat maraknya penambangan. Selama ini mengganggu warga sekitar yang rumahnya dekat dengan tambang, selain itu juga merusak jalan. Mohon hal itu diperhatikan,” keluh Riyanto.

Kemudian, Ahwan Ahadi warga Pucakwangi menyampaikan keluhan terkait kondisi infrastruktur sekaligus mendorong pemkab untuk memperhatikan soal kekeringan. “Kondisi infrastruktur ada yang belum layak, seperti penerangan jalan bisa ditinjau kembali. Kemudian masalah kekeringan bisa diperhatikan,” terang Ahwan.

Sedangkan Rahman, Warga Desa Puncel menyinggung soal lambatnya pemerintah merespons keluhan warga. “Jalan Puncel sudah diperbaiki, meski harus menunggu 5 tahun. Harapan kami supaya jalan selalu diperhatikan,” tuturnya.

Keluhan juga muncul dari Warga Margorejo, Kemalen, yang menyinggung soal jual beli jabatan perangkat desa, supaya pemkab bisa menindaklanjuti hal tersebut. Tak hanya itu, ia juga menyampaikan keluhan terkait keberadaan bantuan sosial yang berikan oleh pemerintah.

“Dari mulai PKH, BPNT yang selama ini dimonopoli oleh beberapa pengusaha sehingga berasnya tidak berkualitas. Sehingga batuan bisa berupa uang saja supaya masyarakat bisa memilih beras yang berkualitas,” ujarnya.

Selanjutnya Warjo, salah satu nelayan dari Juwana meminta pemerintah untuk memperhatikan terkait alur di sungai Juwana. Dengan begitu, parkir kapal bisa tertata. Ia juga mendorong pemkab untuk mencairkan bantuan premi asuransi.

Menanggapi hal itu, PJ Bupati Pati Henggar Budi Anggoro mengatakan bahwa masukan dari warga tersebut akan ditindaklanjuti. “Masukan itu bisa menjadi bahan pertimbangan kita nanti. Jadi kita paham apa yang dibutuhkan masyarakat. Tentunya akan ditindaklanjuti,” ucapnya. (lut/abd)