Nadal Atasi Ketakutan di Babak Pertama US Open

MELAJU: Petenis Spanyol Rafael Nadal merayakan kemenangan atas Rinky Hijikata dari Australia pada putaran pertama tunggal putra US Open 2022 di USTA Billie Jean King National Tennis Center di New York, Rabu (31/8). (ANTARA/JOGLO JATENG)

NEW YORK, Joglo Jateng – Juara empat kali Rafael Nadal mengatasi kehilangan set pertama untuk mengalahkan petenis dengan wildcard asal Australia Rinky Hijikata. Hasil ini berhasil membawanya ke babak kedua US Open untuk menghadapi Fabio Fognini.

Nadal menang 4-6, 6-2, 6-3, 6-3 atas lawannya yang berperingkat 198 itu untuk mencatatkan kemenangan ke-65 sepanjang kariernya di New York. Petenis Spanyol 36 tahun ini tengah mengejar gelar Grand Slam ke-23 dan ketiga pada 2022.

Nadal memimpin 13-4 dalam kariernya atas petenis Italia itu. Tetapi Fognini dengan terkenal mengalahkannya dari ketinggalan dua set pada babak ketiga US Open pada 2015.

“Saya sangat senang bisa kembali. Sudah lama saya bermain di sini. Saya pernah berpikir mungkin saya tidak akan pernah kembali,” kata Nadal yang penampilan terakhirnya di New York membuatnya memenangi gelar 2019.

Petenis nomor tiga dunia Nadal datang ke US Open tahun ini dalam bayang-bayang kebugaran fisik. Setelah dia mengalami cedera perut memaksanya kehilangan semifinal Wimbledon melawan Nick Kyrgios.

Hijikata, yang melakukan debutnya pada Grand Slam, secara mengejutkan melakukan break untuk unggul 4-3 dan merebut set pembuka pada gim ke-10 dengan dukungan 11 winner yang tak kenal takut. Namun, Nadal dengan cepat kembali bangkit setelah istirahat pada gim kedua dan kedelapan set kedua.

Jeda istirahat pada gim keempat dari set ketiga membuatnya memimpin 3-1 dan sudah cukup untuk mengamankan dua set untuk memimpin. Dia kemudian menyelesaikan pertandingan pada match point kelima. Hal ini sekaligus menyegel kemenangan dengan umpan forehand untuk tetap melaju di US Open.

Sementara itu, di tunggal putri, juara bertahan Emma Raducanu tersingkir dari US Open pada babak pertama dari petenis Prancis Alize Cornet. Unggulan kesebelas itu menjadi juara bertahan putri ketiga dalam sejarah yang kalah di babak pertama.

Petenis Prancis 32 tahun, peringkat 40 dunia, itu memanfaatkan semua pengalamannya untuk mengalahkan Raducanu yang berusia 19 tahun. Ia melakukan serangkaian drop shot indah pada

“Saya kira saya semakin tua dan semakin dewasa. Sekarang ketika saya harus melakukan servis untuk pertandingan, saya tetap fokus dan benar-benar memikirkan apa yang harus saya lakukan,” ungkap Cornet.

Raducanu menjadi kesayangan penonton Flushing Meadows tahun lalu. Ketika dia membuat sejarah dengan bangkit dari kualifikasi untuk mengklaim Grand Slam. Kemenangan itu menandai pertama kalinya seorang petenis kualifikasi mengangkat trofi Grand Slam.

Namun, sejak saat itu dia kesulitan untuk merebut kembali penampilan yang membawanya ke mahkota turnamen major tersebut tahun lalu. Dalam tiga Grand Slam sebelumnya pada tahun ini dia tidak dapat melangkah lebih jauh dari babak kedua. (ara/fat)