PATI, Joglo Jateng – Pemerintah pusat telah resmi mengumumkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), Sabtu (3/8). Hal tersebut menimbulkan berbagai polemik di masyarakat. Salah satunya adalah kekhawatiran warga terkait kenaikan harga sembako, imbas dari kenaikan BBM.
Salah satu pembeli sembako di Pasar Puri Baru, Yuni (39) mengungkapkan rasa kecemasannya jika kenaikan harga BBM akan berimbas pada harga sembako. Mengingat sebelum harga BBM naik, sebagian komoditas telah mengalami kenaikan harga.
“Telur saja harganya masih Rp 30 ribu lebih, apalagi ditambah adanya kenaikan BBM, jelas nanti bakal naik semua. Mungkin sayur-sayuran juga akan ikut naik,” keluh Yuni, Kamis (1/9).
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati tak menyangkal bahwa kekhawatiran masyarakat tentang kenaikan harga sembako bisa saja terjadi. Meskipun begitu, ia berharap kenaikan tak begitu tinggi.
“BBM naik terus ada kenaikan barang-barang lain itu pasti. Karena akan membuat biaya produksi naik, kemudian transportasi juga naik yang tentunya mempengaruhi harga barang. Tapi kami berharap, semoga saja kenaikan harga barang tidak begitu besar,” terang Hadi.
Oleh karena itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah untuk mengantisipasi hal tersebut. Seperti halnya menggelar operasi pasar.
“Bentuk antisipasinya ada bermacam-macam. Kalau terjadi gejolak inflasi yang lumayan tinggi terhadap beberapa komoditas, kita lakukan operasi pasar. Yang pasti diminta monitoring harga kebutuhan pokok masyarakat yang ada di pasar,” tandasnya. (lut/abd)










