PATI, Joglo Jateng – Tahanan bertambah membuat Lembaga Pemasyrakatan (Lapas) Kelas 2B Pati melebihi kapasitas. Pasalnya, selama dua bulan terakhir ada ratusan tahanan baru masuk ke lapas tersebut.
Kepala Seksi (Kasi) Bimbingan Narapidana (Binadik) Lapas Kelas 2B Pati Topan Ahmad mengatakan, seratus tahanan mendekam di lapas akibat tersandung berbagai kasus. Dari mulai terjerat kasus perjudian hingga narkoba.
“Ada peningkatan tahanan yang masuk di lapas Pati. Kalau yang banyak masuk karena kasus pencurian dan narkoba,” jelasnya, Selasa (13/9).
Topan menjelaskan, sesuai standar kapasitas, Lapas Kelas 2B Pati sebenarnya hanya di huni sebanyak 200 orang. Namun saat ini ada 394 narapidan yang mendekam dengan kasus beragam. Sehingga terjadi kelebihan kapasitas.
“Dua bulan terakhir kita menerima pengalihan tahanan titipan dari kejaksaan dan kepolisian sebanyak seratus orang. Tahanan bermacam kasus, seperti perjudian dan narkoba, namun untuk kasus pidana umum seperti penculikan maupun pembunuhan juga ada,” terangnya.
Tahanan yang mendekam di lapas, lanjut Topan, di dominasi oleh warga asli Pati sekitar 90 persen. Sementara penyebab mereka tersandung kasus di landasi persoalan ekonomi.
“Rata-rata perjudian untuk mencari nafkah dan hobi, hal itu dilakukan karena banyak yang pengangguran dan tidak punya lapangan kerja. Lapas Pati merupakan pintu terakhir untuk menerima tahanan, selama mereka ini memenuhi syarat yang berlaku,” tandasnya. (lut/fat)










