Pati  

Kendaraan Tambang Perparah Kerusakan Jalan

PARAH: Terlihat sejumlah kendaraan sedang melintasi jalan Sukolilo-Prawoto yang rusak, belum lama ini. (ISTIMEWA/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Kerusakan jalan Sukolilo-Prawoto belum tersentuh tangan pemangku kebijakan. Padahal, kondisi jalan rusak semakin di parah akibat adanya aktivitas kendaraan tambang.

Kepala Desa Prawoto Hyro Fachrus mengatakan, pihaknya telah menyampaikan persoalan jalan rusak kepada pemerintah kabupaten melalui Musrenbang maupun Rakorcam. Pasalnya, kerusakan jalan Sukolilo menuju Prawoto terbilang parah.

Ia menyebut, panjang kerusakan mencapai 11 kilometer. Terlebih, kondisi tersebut di perparah dengan lalu lalang kendaraan tambang dengan muatan melebihi kapasitas.

“Seharusnya armada bahan tambang yang melintas muatannya standar dan tidak berlebihan. Supaya jalan yang dilalui tidak mudah rusak, dan muatan juga diterpal, agar bisa saling menghormati sesama pengguna jalan,” ungkapnya, belum lama ini.

Dia menyebut, kerusakan jalan  juga mengakibatkan sering terjadinya kecelakaan. Meskipun begitu, Hyro menilai bahwa masyarakat sekitar masih terbilang kondutif dan tidak berbuat anarkis.

“Masyarakat masih sabar dan masih menunggu melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait soal kerusakan jalan, tetapi kalau dibiarkan maka bisa jadi masyarakat  bergerak untuk melakukan tindakan yang tidak diinginkan,” imbuhnya.

Hal senada juga di ungkapkan oleh Kepala Seksi (Kasi) Peningkatan Jalan Dinas Pengerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU TR) Pati Hasto Utumo. Ia menduga, kerusakan jalan Sukolilo-Prawoto akibat aktivitas kendaraan tambang dengan muatan melebihi tonase.

“Jalan Sukolilo-Prawoto, kendaraan yang mengambil kapur di galian C itu juga over tonase. Sehingga jalan mudah rusak saat di perbaiki,” katanya, belum lama ini.

Saat di singung perbaikan, DPU TR Pati akan berupaya membuat daftar kebutuhan. Yakni dengan mendahulukan pengerjaan sejumlah ruas jalan yang dianggap darurat. (lut/fat)