PEMALANG, Joglo Jateng – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pemadam Kebakaran (Damkar) Pemalang menggelar sosialisasi untuk mengenalkan profesi Damkar kepada anak-anak TK Pertiwi Kedungbanjar, di Kantor UPTD Damkar, Rabu (21/9). Kegiatan itu menjadi salah satu tugas Damkar, sehingga mereka dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat, terkait bahaya kebakaran serta cara penanganannya.
Kepala Satpol PP Pemalang Raharjo menuturkan, sebagai OPD yang membawahi langsung Damkar Pemalang, kegiatan tersebut bertujuan untuk mengenalkan tupoksi petugas Damkar, alat-alat pemadaman, serta penyelamatan dan pencegahan kebakaran. Anak-anak tersebut juga diberikan kesempatan melakukan simulasi pemadaman kebakaran, dengan menyemprotkan air menggunakan nozzle yang bersumber dari Ransus Damkar.
“Harapan kami, agar anak-anak bisa lebih paham dan berhati-hati tidak bermain dengan api. Sebab di usia tersebut, mereka memiliki rasa penasaran yang tinggi. Dengan sosialisasi dan pengenalan tersebut, anak-anak akan lebih hati-hati dan tidak sembarangan bermain api,” terangnya di Pemalang, Rabu (21/9).
Kepala UPTD Damkar Pemalang, Diar Hendrayatno melalui Koordinator Lapangan (Korlap) Damkar Sonhaji mengatakan, kegiatan tersebut bukanlah program baru di UPTD Damkar Pemalang. Di mana setiap bulannya, pihaknya sering mengundang dan menerima surat permintaan sosialisasi dari masyarakat ataupun instasi pemerintah.
“Program ini sudah sering kami lakukan, hampir tiap bulan dilaksanakan dan kebetulan hari ini (Rabu 21/9, Red), Damkar menerima kunjungan dari TK Pertiwi Kedungbanjar dengan peserta 20 anak usia dini dan dua guru pendamping. Di sana kita memberikan pengetahuan Damkar sesuai dengan tugasnya, yaitu Pancadarma Pemadam,” paparnya.
Ia menjelaskan, Pancadarma Pemadam adalah lima tugas utama damkar. Pertama damkar sebagai pencegah kebakaran, melakukan sosialisasi cara penanganan dan bahaya kebakaran kepada masyarakat, salah satunya sosialisasi ke anak-anak TK Pertiwi ini. Kedua, memadamkan kebakaran, ketiga tindakan penyelamatan masyarakat dari bahaya, contohnya serangan hewan liar.
“Keempat penanganan bahan-bahan berbahaya (B3) contohnya, ketika ada truk kontainer bermuatan (B3) tumpah, itu kami yang menangani. Terakhir kelima pemberdayaan masyarakat, seperti tugas nomor satu, tetapi di sini penekanan hasilnya, dapat membentuk relawan kebakaran di tiap desa. Agar saat terjadi kebakaran, mereka dapat langsung membantu dalam penanganan,” jelasnya.
Dengan tugas yang beragam itu, Sonhaji mengaku, UPTD Damkar Pemalang masih kekurangan tenaga, karena terlalu sedikitnya personil damkar. Dari 14 kecamatan yang ada, pihaknya hanya mempunyai total 46 personil dengan usia tak lagi muda.
“Ya kebutuhan kita itu seharusnya damkar memiliki 72 personil. Sekarang masih kekurangan 26 personil. Tapi, karena regulasi petugas damkar harus pegawai pemerintah atau ASN, maka kami tidak dapat melakukan penjaringan langsung,” ucapnya.
Ia berharap, akan ada penambahan personil untuk memenuhi kebutuhan tenaga damkar, terutama anak-anak muda. Sebab, tugas damkar sangat penting, terutama dalam penanganan kebakaran. Agar tidak terjadi korban jiwa dan kerugian yang berlipat kepada korban.
“Kalau personil kita bisa pas sesuai kebutuhan, saya jamin penanganan kebakaran dapat lebih maksimal. Terutama untuk meringankan tingkat kerugian dan jumlah korban jiwa,” imbuhnya. (fan/all)










