PATI, Joglo Jateng – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati menyebut stok LPG 3 kilogram pada 2022 masih aman. Hal tersebut dilihat dari ketersedian hingga September ini.
Berdasarkan data Disdagperin, alokasi LPG 3 kilogram di 2022 sebanyak 12,5 juta tabung. Sedangkan sampai Agustus lalu, penggunaannya baru 8.175.320 tabung.
Kepala Disdagperin Pati, Hadi Santoso mengatakan, stok aman dilihat dari persediaan sebanyak 4.324.680 tabung. Sehingga, pihaknya dapat memastikan stok tersebut aman hingga akhir tahun nanti.
“Persediaan LPG 3 kilogram sebenarnya masih aman dan stok kuota. Pemakaian LPG 3 kilogram di Kabupaten Pati baru 65% persen dari kuota tahun ini,” terangnya, belum lama ini.
Meskipun begitu, untuk mengantisipasi kelangkaan LPG 3 kilogram seperti di daerah lain, pihaknya telah mengajukan stok tambahan. Dengan maksud, pasokan untuk masyarakat tidak terkendala.
“Ada sebagian daerah yang mengalami kelangkaan LPG 3 kilogram. Menurut kami, kelangkaan itu dipicu oleh banyaknya masyarakat yang beralih ke LPG 3 kilogram,” ucapnya.
Menurut Hadi, banyak masyarakat yang beralih ke gas LPG 3 kilogram lantaran perbedaan harga yang cukup jauh antara LPG 3 kilogram dan lainnya. Baik LPG 5,5 kilogram ataupun 12 kilogram.
“Harga gas LPG non subsidi yang 5,5 kilogram itu sudah diharga Rp 105 ribu per tabung. Sedangkan yang 12 kilogram harganya sekitar Rp 210-217 ribu,” pungkasnya. (lut/fat)










