PATI, Joglo Jateng – Rehabilitasi rumah rusak akibat banjir di Desa Tunjungrejo Kecamatan Margoyoso disebut hampir selesai. Jebolnya tanggul Sungai Sat Juni lalu, mengakibatkan 17 rumah rusak ringan hingga berat.
Kepala Desa (Kades) Tunjungrejo Muhammad Ali Zhudi mengatakan, perbaikan rumah rusak akibat banjir masih berlangsung. Terhitung, dari 17 rumah rusak yang mendapat bantuan, tinggal 4 rumah masih dalam proses pembangunan.
“Alhamdulillah sudah direhabilitasi, tinggal 4 rumah, yang kemarin hilang 3 rumah, yang 1 rusak berat hampir selesai. 1 rumah 80 persen, 3 rumah 50 persen hingga 70 persenan,” terangnya, belum lama ini.
Dia menjelaskan, dana bantuan secara keseluruhan mencapai ratusan juta. Bantuan tersebut dari Disperkim, Baznas, BTT, dan sebagian donasi ke posko bencana. Meskipun, bantuan itu belum bisa mencakup perbaikan rumah secara total.
“Total keseluruhan bantuan Rp 400 juta sekian. Bantuan tersebut belum tercover semua. Dari jumlah bantuan donasi yang ada, kami baru bisa mendirikan dan merenovasi rumah abangan,” katanya.
Zhudi menambahkan, rumah rusak parah dengan ukuran 6×9 mendapat bantuan Rp 62 juta. Dengan jumlah bantuan itu, renovasi rumah belum ada lantainya, dinding belum di plaster, dan juga belum termasuk dapur.
Sebagai tambahan informasi, pengerjaan pembangunan rumah rusak akibat banjir di kerjakan secara bersamaan. Yakni dalam koordinasi tim rehabilitasi dan rekontruksi.
Sementara itu, PJ Bupati Pati Henggar Budi Anggoro mengatakan, bantuan ke korban banjir dari Pemprov Jateng ini melalui BTT (Bantuan Tidak Terduga). Bantuan ini untuk rehabilitasi rumah warga yang rusak akibat musibah banjir bandang di bulan Juni lalu.
“Jumlahnya ada Rp 210 juta diperuntukkan untuk 17 rumah di dua desa. Rumah hilang Bantuannya Rp 15 juta. Rumah rusak berat dapat Rp 10 juta. Semoga bermanfaat untuk membantu pembangunan rumah warga yang kemarin terdampak banjir,” terangnya, belum lama ini. (lut/fat)










