Pati  

BBM Naik, Sopir dan Agen Bus Resah

AKTIVITAS: Salah satu bus sedang menurunkan penumpang di Terminal Kembang Joyo Pati, Selasa (27/9). (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) beberapa waktu lalu berimbas bagi perekomonian masyarakat. Salah satunya dari sektor transportasi umum yang terkena dampak dari kebijakan pemerintah itu.

Sopir Bus Surabaya-Semarang Eko mengungkapkan keresahan akibat adanya kenaikan harga BBM. Pasalnya, semenjak pemerintah memutuskan kenaikan harga bahan bakar biaya operasional ikut bertambah.

“Pulang pergi mengisi bahan bakar 200 liter. Kalau ongkos solar dulunya Rp 515 ribu, namun sekarang jadi Rp 680 ribu. Tidak hanya saya saja, ini di alami semua sopir yang lain,” keluhnya.

Eko menjelaskan, tak hanya ongkos operasional yang bertambah, kenaikan harga BBM membuat penumpang berkurang. Karena, harga tarif transportasi ikut dinaikan supaya sesuai modal yang dikeluarkan.

“Penumpang semakin berkurang. Soalnya kenaikan BBM tarif harganya naik. Naik 15 persen. Surabaya-Semarang dulunya Rp 70 Ribu, sekarang Rp 91 ribu,” katanya.

Dia pun berharap supaya pemerintah kembali menurunkan harga BBM. Supaya perekomian para sopir termasuk dirinya kembali membaik seperti semula.

Sementara itu, Agen Bus di Terminal Kembangjoyo Pati Sutrisno mengeluh dengan adanya kenaikkan BBM. Pihaknya terpaksa menaikkan harga tiket untuk menyesuaikan biaya operasional kendaraan.

Akibatnya, penumpang jurusan Pati-Jakarta menjadi sepi. Hal tersebut berbeda sebelum adanya kenaikan harga BBM yang ditetapkan oleh pemerintah.

“Dulunya tiket Rp 210 ribu sekarang jadi Rp 250 ribu ke Jakarta. Sebelum BBM naik dulunya penumpang stabil, tapi sekarang menjadi sepi, pendapatan jadi berkurang,” ucapnya. (lut/fat)