Menhub Pastikan Bandara Purbalingga Kembali Beroperasi

INTERAKSI: Menhub Budi Karya Sumadi (tengah) dan Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi (kanan) memberi keterangan pers di Bandara Jenderal Besar Soedirman, belum lama ini. (ANTARA/JOGLO JATENG)

PURBALINGGA, Joglo Jateng – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memastikan Bandara Jenderal Besar Soedirman di Kabupaten Purbalingga akan kembali beroperasi bulan ini, dengan tiga penerbangan dalam sepekan yang dilayani dua maskapai. Kementerian Perhubungan memastikan bahwa setiap infrastruktur yang dibangun pemerintah akan berguna dan dibutuhkan masyarakat.

Menteri Budi mengaku bangga dan berterima kasih atas adanya block seat yang berarti pemerintah dari tujuh kabupaten (Purbalingga, Banyumas, Banjarnegara, Wonosobo, Kebumen, Cilacap, dan Pemalang) itu menjamin bahwa tempat duduk dalam jumlah tertentu dibeli oleh masyarakat dari wilayah tersebut. Menurutnya, hal itu merupakan kerja sama yang baik, sehingga Wings Air dan Citilink memastikan adanya penerbangan ke Purbalingga.

Dengan tidak adanya penerbangan di Bandara JB Soedirman, masyarakat yang berada di luar daerah itu tidak bisa pulang kampung untuk mengunjungi orang tuanya maupun berwisata di Purbalingga. “Itu adalah potensi. Nah, block seat ini saya harapkan tidak berlangsung lama, setelah itu jadi penerbangan biasa,” katanya.

Sementara itu, Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi mengatakan, tujuh kepala daerah di wilayah Jateng bagian barat dan selatan sepakat untuk mendukung keberadaan Bandara JB Soedirman. “Dalam waktu yang tidak terlalu lama, di Oktober bisa kembali dioperasionalkan. Kami Insyaallah akan mengawal eksistensi bandara ini dengan blocking seat,” terangnya.

Pihaknya juga berencana akan mengadakan rapat dengan enam kepala daerah lainnya guna membahas masalah block seat. “Tentunya Purbalingga sebagai tuan rumah, porsinya lebih besar dibandingkan dengan enam kabupaten lainnya,” ujarnya.

Menurutnya, block seat tersebut akan berlangsung hingga pasar terbentuk. “Pak Menteri bilang, mungkin tiga sampai empat bulan market (pasar, red) akan terbentuk, itu dari pelajaran di kabupaten/kota lain yang melakukan hal serupa,” kata Bupati Tiwi.

Di sisi lain, Juru Bicara Kementerian Perhubungan, Adita Irawati menjelaskan, break even point (BEP) dalam penerbangan itu kurang lebih 70 persen tempat duduk. “Kira-kira 70 persen, layak untuk terbang. Artinya masih ada BEP atau ada keuntungan sedikit. Maskapai kan juga perusahaan, jadi harus bisa creating revenue (menghasilkan pendapatan, red),” jelasnya.

Kendati telah dibahas bahwa BEP kurang lebih 70 persen tempat duduk, dia mengatakan untuk jumlah tempat duduk yang akan dilakukan block seat itu tergantung hasil pembicaraan. “Karena bisa saja selebihnya dijual kepada masyarakat,” pungkasnya. (ara/abd)