Pemda Dukung Maskapai melalui Sistem Block Seat

SUASANA: Pelaksanaan zoom meeting terkait pembahasan rencana pengoperasian kembali rute Halim Perdanakusuma (HLP) - Purbalingga (PWL), Selasa (4/10). (HUMAS/JOGLO JATENG)

PURBALINGGA, Joglo Jateng – Peran pemerintah daerah untuk mendukung maskapai melalui sistem block seat dinilai menjadi kunci beroperasinya kembali penerbangan di Bandara Jenderal Besar Soedirman. Sesuai dengan arahan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, diharapkan mekanisme block seat yang dilakukan melibatkan 7 kabupaten di sekitar Bandara Jenderal Besar Soedirman.

Hal ini disampaikan Direktur Angkutan Udara Kementerian Perhubungan Putu Eka Cahyadi, saat zoom meeting dengan perwakilan 7 kabupaten yakni Purbalingga, Banyumas, Pemalang, Banjarnegara, Kebumen, Cilacap, dan Wonosobo terkait pembahasan rencana pengoperasian kembali rute Halim Perdanakusuma (HLP) – Purbalingga (PWL), Selasa (4/10).

Putu mengungkapkan, rapat tersebut bertujuan untuk memastikan kembali dukungan dan kesiapan pemerintah daerah terkait dengan pengoperasian kembali penerbangan di Bandara Jenderal Besar Soedirman rute Halim Perdanakusuma – Purbalingga. “Kerja sama antara pemerintah daerah dengan maskapai penerbangan diharapkan bisa memaksimalkan keterisian kursi pesawat,” tambahnya, Selasa (4/10).

Sementara itu, Sekretaris Daerah Purbalingga, Herni Sulasti menyampaikan kesiapan dan komitmen Pemkab Purbalingga untuk melakukan block seat supaya penerbangan di Bandara Jenderal Besar Soedirman dapat aktif kembali dan terbang secara berkelanjutan. “Purbalingga sepakat adanya block seat sesuai arahan Pak Menteri, sebanyak 20 seat, supaya tercipta pasar dan penerbangan bisa berjalan reguler” katanya.

Diketahui Menhub mengarahkan kuota block seat sejumlah 53 kursi atau 76 persen tingkat isian pesawat, dengan rincian untuk masing-masing kabupaten yaitu Purbalingga 20 seat, Banyumas 10 seat, Banjarnegara 10 seat, Wonosobo 5 seat, Pemalang 5 seat, dan Cilacap 3 seat. (hms/abd)