KOTA, Joglo Jogja – Di tengah derasnya arus budaya asing yang masuk ke dalam negeri, tidak melunturkan budaya lokal, khususnya pada kesenian wayang. Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) menyelenggarakan kegiatan Ruang Masyarakat Ketemu (Rumaket), dengan tema Malioboro 1.000 Kelir.
Rumaket merupakan media jejaring dan kolaborasi karya para pelaku budaya. Untuk meningkatkan ragam budaya melalui kolaborasi, sehingga dapat mendongkrak wisatawan lokal dan mancanegara di Kota Yogyakarta.
Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta Aman Yuriadijaya mengatakan, kebudayaan adalah bagian dari sumber daya yang penting di dalam pariwisata. Sehingga dengan kegiatan Rumaket, memberikan dampak baik untuk pemasaran dan peningkatan kunjungan wisata Kota Yogyakarta.
“Target dari pemerintah sendiri adalah terus menjadikan Kota Yogyakarta menjadi kota event. Semakin banyak event maka akan menjadi kekuatan dan daya saing Kota Yogyakarta untuk kepentingan pariwisata,” terangnya usai menghadiri Rumaket di Malioboro, Selasa (4/10) malam.
Aman berharap, agar seluruh ekosistem budaya bersatu, bersistem, berinteraksi, dan berkolaborasi untuk membangun banyak kepentingan. Termasuk dalam peningkatan wisatawan Kota Yogyakarta.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Yetti Martanti menjelaskan, Rumaket dapat menjadi wadah interaksi masyarakat Kota Yogyakarta dari berbagai lapisan. Seperti pemerintah, pelaku budaya, dan masyarakat umum.
“Kegiatan ini menjadi ajang pengenalan wayang dan batik dengan kemasan dan pendekatan baru yang lebih modern tanpa meninggalkan nilai-nilai filosofi tradisionalnya. Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat lebih mengetahui dan mencintai wayang. Kegiatan ini juga menjadi salah satu rangkaian peringatan HUT Kota Yogyakarta ke-266,” jelas Yetti.
Yetti menambahkan, di dalam Rumaket, wayang dikemas dengan berbagai bentuk dan media. Tidak hanya ditampilkan dalam bentuk konvensional saja. Namun wayang juga akan disuguhkan dengan balutan teknologi dan pertunjukan menarik. Sehingga wayang dapat lebih dikenal dan dinikmati oleh generasi muda saat ini. (mg3/all)










