KOTA, Joglo Jogja – Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Yogyakarta ke-266, penjualan pakaian Adat Jawa para pedagang di Pasar Bringharjo naik drastis. Bahkan peningkatan penjualannya mencapai 100 persen.
Ketua Paguyuban Pedagang Beringharjo Barat, Ahmad Zaenul Bintoro mengatakan, penjualan pakaian adat tradisional seperti sorjan dan kebaya meningkat signifikan. Hal itu dikarenakan jelang Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Yogyakarta. Sehingga ada kewajiban bahwa seluruh instansi dan sekolah menggunakan pakaian adat jawa.
“Lebih meningkat dari hari biasa, wisatawan banyak yang masuk Yogyakarta. Bahkan dari luar negeri, setiap hari ada pelancong dari luar, yang menandakan saat ini sudah ada pelonggaran di semua lini. Sehingga penjualan di Pasar Bringharjo juga mengalami kenaikan,” terangnya di Pasar Bringharjo, Selasa (4/10).
Saat disinggung mengenai harga pakaian adat, mengingat adanya kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM), Bintoro mengatakan, bahwa harga pakaian tradisional juga naik. Namun hanya 2,5 – 5 persen. Sebab kondisi ekonomi di Indonesia sendiri baru mulai beranjak membaik.
“Sehingga kalau harga (pakaian tradisional, Red) terlalu tinggi, nanti tidak mampu membeli. Disesuaikan dengan kemampuan masyarakat,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia menyebutkan, bahwa untuk omset disetiap pedagang tentu berbeda. Kemudian saat akhir pekan dan libur nasional, tentu penjualan semakin meningkat.
“Memeriahkan Kota Yogyakarta ini semuanya, dari seluruh kota/kabupaten dari Bantul, Sleman, Kulonprogo. Pedagang di sini ada 1.200-1.400, kemudian sekiar 70 persen itu penjual batik, sisanya pakaian biasa, surjan, kebaya dan keperluan wanita lainnya,” pungkasnya.
Sementara salah satu pegawai Ratu Busana Putra, Tri Maryati (47) mengatakan, bahwa terjadi peningkatan pada penjualan baju tradisional. Bahkan hingga kehabisan stok.
“Yang paling sering dicari, lurik, tenun, katun, sorjan, kebaya, dan jarik. Kalau nurutin pembeli, banyak, tapi barangnya tidak ada,” imbuhnya.
Maryati menambahkan, bahwa penjualan pakaian tradisional tersebut tidak hanya dari anak-anak, melainkan juga remaja, dan orangtua. Ia mengatakan, bahwa penjualannya juga tetap ramai di hari biasa, sebab pakaian tradisional tersebut tetap digunakan masyarakat Yogyakarta di hari kamis pahing.
“Harga berbeda-beda. Surjan untuk anak-anak Rp50 ribu, surjan untuk dewasa Rp185 ribu dan kebaya dewasa Rp175 ribu,” tuturnya. (ers/all)










