PATI, Joglo Jateng – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati mengusulkan penambahan Bahan Bakar Minyak (BBM) di 2023 mendatang. Usulan tersebut dilakukan untuk antisipasi adanya kelangkaan.
Kepala Disdagperin Pati, Hadi Santoso mengatakan, pihaknya mengusulkan penambahan BBM sebamyak 247.504 kiloliter. Di antaranya 109.025 kiloloiter solar dan pertalite sejumlah 138.479 kiloliter.
Dia menjelaskan, penggunaan BBM berjenis pertalite di Pati telah melebihi kuota yang ada. Sebab itulah, Pemkab Pati mengusulkan pembahan kuota pada tahun depan.
“Karena sebelum ada kenaikan harga BBM sering terjadi kekosongan. Ini hanya usulan dari Pemkab Pati saja. Semua keputusan ada ditangan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan PT Pertamina (Persero),” ujarnya,” belum lama ini.
Akan tetapi usulan tersebut belum dapat dipastikan penerimaannya. Meskipun begitu, pihaknya akan menerima berapalun jumlah pemberian tambahan BBM.
Hadi menyatakan bahwa kuota BBM untuk kebutuhan masyarakat di tahun ini masih kurang banyak. Yang mana, kouta Pertalite yang di-plotting PT Pertamina (Persero) sebanyak 42.229 kiloliter di tahun ini. Kemudian diusulkan 2023 sebesar 96.250 kiloliter.
“Usulan penambahannya cukup banyak karena usulan berdasarkan pada realisasi sampai dengan bulan Agustus kemarin. Kita perhitungkan dan proyeksi sampai dengan akhir bulan Desember,” tandas dia. (lut/fat)










