SEMPAT jatuh bangun dalam mencari tipikal suara yang pas, Siti Warisatul Mahmudah kemudian mengikuti berbagai pelatihan untuk menemukan jati diri suara. Dia mengaku sempat tergabung dalam grup rebana saat duduk dibangku SMA hingga menggali kemampuan dengan ikut Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) musik semasa kuliah.
“Di UKM belajar menyanyi beragam bentuk vokal. Mulai dari himne hingga mars untuk pengembangkan bakatnya sebelum masuk ke universitas. Nah, dari UKM itulah diajak para senior untuk mengisi hajatan,” ungkap perempuan akrap disapa Warisa itu, Rabu (12/10).
Selain malang melintang dari panggung hajatan, dirinya juga kerap mengikuti acara universitas yang ada musiknya. Dari pengamalan itulah, dirinya diajak masuk grup musik gambus. Sehingga bakatnya bisa semakin berkembang.
Dari masuk grup gambus itu, membuat dirinya terlihat di media sosial. Karena ada salah satu channel Youtube yang menjadi video promosi band.
“Saya tampil sebagai penyanyi membawakan sholawatan lengkap beserta video klip. Pas musim itu musik gambus laku keras. Lumayan laku,” ucap Alumni Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo itu.
Walisa mengungkapkan, saat ini dirinya sudah tidak lagi tergabung dalam band gambus lagi. Namun tetap aktif di dunia seni suara. Baik kegiatan menyanyi sampai tawaran menjadi qori’
Meskipun di pangung hajatan dapat menyanyikan beragam genre musik, ia mengaku tidak bisa membawakan musik dangdut. Karena menurutnya image yang dihasilkan musik dangdut membuatnya sedikit tidak senang.
“Kalau dangdut kesannya saru. Meski saya sendiri suka lagu dangdut. Tapi takutnya ada pandangan miring dari masyarakat, makanya saya tidak mau,” pungkas dia. (lut/gih)










