Oleh: Dian Andansari, S.Pd.
Guru Bahasa Inggris SMAN 2 Demak, Kabupaten Demak
KETRAMPILAN berbicara merupakan salah satu standar belajar bahasa Inggris. Peserta didik yang tidak mampu berbicara dengan lancar akan mengalami kesulitan dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Keterampilan berbicara adalah salah satu ketrampilan yang sangat ditakuti oleh siswa. Karena itu, guru berupaya untuk meningkatkan ketrampilan berbicara pada siswa.
Pada kelas X SMA Negeri 2 Demak, ada beberapa kendala dalam mengajarkan keterampilan berbicara, di antaranya perasaan malu dan takut karena keterbatasan kosakata yang dimiliki siswa. Oleh karena itu, guru perlu merancang pembelajaran berbicara dengan baik, sehingga menumbuhkan kebiasaan berbicara sebagai sesuatu yang menyenangkan. Suasana belajar ini bisa diciptakan melalui permainan.
Permainan ini disebut five dots (lima titik). Tiap titik akan ada kelompok yang mengerjakan tugas yang berbeda, sesuai dengan kartu permainan yang ada. Tiap permainan membutuhkan waktu sekitar 15 menit. Dalam permainan ini, siswa dituntut berbicara (speaking) dalam menjawab soal.
Pada first dot (titik pertama) menggunakan papan permainan yang disebut use a word. Dalam permainan ini, menggunakan mata dadu. Siswa akan mendapatkan pertanyaan di papan permainan dengan satu kata. Kemudian siswa akan menyampaikan kalimat sederhana dengan satu kata yang ada secara lisan. Contoh kata yang digunakan, last year, pets, trees dan lain-lain.
Second dot (titik kedua), siswa akan mendapatkan papan pertanyaan what someone does? Jadi menanyakan apa yang seseorang biasanya lakukan. Permainan ini seperti monopoli. Permainan ini menggunakan mata dadu. Tiap siswa dalam kelompok mendapatkan kesempatan bermain. Tiap siswa yang bermain akan mendapatkan pertanyaan sesuai dengan jumlah mata dadu. Contoh pertanyaan, in a movie theatre, at the beach, at a wedding party, when hungry, dan lain-lain. Siswa secara bergantian akan menceritakan yang biasa orang lakukan, jika pada situasi tersebut dengan kalimat yang sederhana.
Third dot ((titik ketiga). Pada titik ini, permainannya menggunakan papan kartu yang melingkar, tapi tetap menggunakan mata dadu dengan pertanyaan. Pada permainan ini, siswa diminta menyebutkan tiga hal yang sesuai dengan pertanyaan pada papan permainan. Contoh pertanyaan, things you’ve learned in the last week, important events in your life. Why? things you have never done. Maka, siswa akan menyebutkan tiga hal/peristiwa yang berhubungan dengan pertanyaan beserta alasannya.
Fourth dot (titik keempat). Pada titik ini, siswa diminta membuat family tree. Pada bagian ini siswa akan menceritakan atau memperkenalkan tentang silsilah keluarganya. Dari namanya, posisi dalam keluarga sampai kegiatannya sehari-hari.
Fifth dot (titik kelima). Pada titik yang terakhir ini, disediakan kartu bergambar dengan berbagai tema yang berhubungan dengan hobi. Siswa dibagi berpasangan, setelah itu bisa bergantian pasangan, tapi masih dalam satu grup. Adapun pernyataan yang disampaikan yaitu menyebutkan hobinya serta memberikan alasannya dan apa yang telah mereka lakukan sesuai dengan hobinya dalam kehidupan sehari-hari. Contoh: I like reading because by reading make me know another world, without we shouldn’t visit there and make me happy. I Usually reading novel once a week. Kegiatan ini mungkin bisa juga digunakan untuk berbagi cerita. Itulah macam-macam permainan yang bisa digunakan untuk meningkatkan ketrampilan berbicara sambil bermain, mereka juga belajar. (*)








