Pati  

Sejumlah Tanggul di Pati Dinilai Rawan Jebol

PANTAU: Pj Bupati Pati Henggar Budi Anggoro saat meninjau tanggul jebol di Sungai Kedunglumbung di Desa Tambahagung, Kecamatan Tambakromo, belum lama ini. (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Bencana banjir melanda sejumlah desa di Kabupaten Pati pada akhir pekan lalu (15/10). Akibat bencana tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati menilai bahwa sejumlah tanggul sungai rawan jebol.

Kepala BPBD Kabupaten Pati menyatakan banjir mengakibatkan kritisnya tanggul sungai di sejumlah kecamatan. Sehingga akan berdampak serius terhadap desa yang berada ditepi sungai.

Berdasarkan keterangannya, tanggul sungai yang rentan jebol disebut cukup banyak. Yakni desa-desa yang terletak di enam kecamatan yang terendam banjir kemarin. Dari mulai Kecamatan Kayen, Tambakromo, Gabus, Jaken, Jakenan dan Batangan.

“Tanggul jebol bisa berdampak pada desa yang ada di tepian sungai nantinya. Desa yang mempunyai tanggul saat ini dalam kondisi kritis. Untuk  jumlah desanya banyak. Tapi kalau kecamatan dirasakan di enam kecamatan,” terangnya.

Dia mengungkapkan bahwa terdapat dua titik tanggul yang alami kerusakan. Di antaranya Desa Tambahagung, Kecamatan Tambakromo dan Desa Ngening, Kecamatan Batangan. Sehingga kedua tanggul itu akan menjadi prioritas utama BBWS maupun BPBD Pati untuk penganan.

“Selain di Tambahagung, Tambakromo ini yang kerusakannya cukup besar itu Ngening, Kecamatan Batangan. Yakni panjangan kerusakan tanggul sampai 15 meter yang jebol. Sehingga akan dibenahi, baik dari pihak BBWS maupun BPBD,” tuturnya.

Akibat adanya bencana itu, pihaknya berharap ada komitmen bersama di antaranya dengan memberikan perhatian khisus terhadap kerusakan kawasan hulu. Yakni dengan menghentikan sejumlah aktivitas pertambangan di Pegunungan Kendeng yang dinilai menjadi dalang penyebab banjir.

“Harus ada niat sungguh untuk menghentikan ekploitasi hutan di lereng Kendeng, perhutanan sosial dan tambang seperti galian C. Jadi harus ada komitmen bersama untuk upaya jangka panjang yakni memperhatikan hutan lindung di Kendeng,” tegasnya.

Sementara itu,  Penjabat Bupati Pati Henggar Budi Anggoro mengatakan, satu titik tanggul yang jebol sepanjang 7 meteran selesai diperbaiki. Setelah itu dirinya berharap, alat berat segera dipindahkan ke lokasi tanggul lain yang jebol dengan panjang hampir sama.

Perbaikan tanggul tersebut, kata dia, memang bersifat sementara. Sehingga hanya ditambal dengan karung plastik yang diisi dengan tanah uruk.

“Mungkin karena debit air sungai cukup besar, sehingga ada tanggul yang tidak kuat menahan sehingga jebol. Mudah-mudahan tidak ada jebol susulan karena melihat curah hujan akhir-akhir ini memang cukup tinggi,” ujarnya. (lut/ara/fat)