KUDUS, Joglo Jateng – Maraknya berita penarikan obat sirup membuat masyarakat resah dan mulai panik. Terlebih penarikan obat tersebut diisukan sebagai salah satu bentuk menghindari adanya kasus gagal ginjal akut. Saat ini, terdapat lima produk obat sirup yang ditarik dari seluruh outlet, atas perintah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Lima produk obat sirup yang ditarik ialah Termorex Sirup (obat demam), Flurin DMP Sirup (obat batuk dan flu), Unibebi Cough Sirup (obat batuk dan flu), Unibebi Demam Sirup (obat demam), dan Unibebi Demam Drops (obat demam).
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kudus Ahmad Syaifuddin menjelaskan, adanya penarikan obat sirup tersebut karena obat sirup tersebut mengandung Etilen Glikol (EG) yang melebihi ambang batas aman. Sehingga berpotensi menjadi racun. Pihaknya menyatakan, Sesuatu yang tidak pas dosisnya, akan memberikan efek negatif.
“Zat pembawa dalam obat tersebut sudah melebih dosis aman. Jika dikonsumsi tentu berbahaya,” jelasnya.
Meski begitu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak panik dan resah. Karena tidak semua obat paracetamol mengandung zat pembawa Etilen Glikol (EG). Pasalnya, pemberian zat pada obat, bergantung pada ketetapan pabrik yang memproduksi obat.
“Sampai kini belum diketahui secara jelas penyebab dari gagal ginjal akut. Jadi penarikan kelima produk obat tersebut adalah salah satu upaya untuk menghindari ternjadinya kasus tersebut,” ujarnya.
Pihaknya menyatakan, sampai saat ini di Kudus belum ada temuan kasus gagal ginjal akut pada anak. Namun, masyarakat tetap harus waspada, diharapkan masyarakat dapat lebih menjaga kesehatan tubuh, mengatur pola hidup dengan baik, mengkonsumsi makanan minuman yang sehat, sehingga dapat menghindari penyakit-penyakit yang tidak diinginkan.
“Saat ini belum ada kasus gagal ginjal akut pada anak di Kudus. Namun, kasus gagal ginjal kronis cukup banyak terjadi pada orang dewasa. Untuk itu, pola hidup sehat sangat harus diterapkan,” tuturnya. (cr1/fat)










