Siaga Banjir, BPBD Kota Semarang Siapkan 12 Alat Peringatan Bencana

TERJANG: Pengendara sepeda motor mendorong kendaraanya akibat terjebak banjir yang melanda kawasan Simpang Lima Semarang, tahun lalu. (ANTARA/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang memasang 12 unit Early Warning System (EWS) di titik rawan bencana. Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi terjadinya banjir dan longsor selama 24 jam.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Semarang, Anggie Ardhitya mengungkapkan, pihaknya telah memasang 7 EWS sebelum 2022. Peralatan tersebut tersebar di daerah rawan bencana. Kemudian, pada 2022 BPBD menambah 5 EWS baru, sehingga total yang dipasang hingga saat ini berjumlah 12 unit.

Early Warning System pada tahun 2022 ini kami pasang ada 5 titik. Ada yang di Gayamsari, Jatibarang, Pudak Payung, Banjir Kanal Timur, satunya lagi ada di Tugu Soeharto,” katanya saat ditemui di kantornya, baru-baru ini.

Anggie menjelaskan, kelima EWS yang dipasang merupakan inovasi baru yang dapat terhubung langsung dengan Aplikasi Sipantau. Aplikasi tersebut yang dapat diunduh melalui Playstore. Sehingga masyarakat dapat turut memantau potensi bencana melalui ponsel.

“Melalui aplikasi tersebut, EWS akan menampilkan grafik potensi bencana yang dilaporkan secara realtime. Dilengkapi dengan CCTV yang akan memberikan foto situasi sekitar,” terang Anggie.

Grafik realtime dari rekaman CCTV menampilkan foto sekitar yang diambil per 5 detik. Karena penggunaan alatnya membutuhkan data internet, maka pihak BPBD memakai provider di tempat yang dipasang EWS.

Lebih lanjut, BPBD Semarang telah memetakan daerah rawan bencan. Di antaranya daerah rawan longsor yaitu Kecamatan Candisari, Kecamatan Semarang Selatan, dan Kecamatan Semarang Barat. Adapun daerah rawan banjir yakni di sepanjang jalur Pantai Utara Jawa (Pantura).

Disisi lain, BPBD Semarang telah membentuk tim respon cepat yang berjaga selama 24 jam di kantor. Tim ini bertugas untuk memantau potensi bencana melalui sistem informasi BPBD. Petugas tersebut terdiri dari 28 orang yang dibagi menjadi 4 shift. (luk/mg4)