Wakil Ketua DPRD Jateng: Perlu Mitigasi dan Cegah Naiknya Kasus Gagal Ginjal Akut pada Anak

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Ferry Wawan Cahyono. (AZIZ NURFADILLAH/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Kasus gagal ginjal akut pada anak di sejumlah provinsi Indonesia terus meningkat. Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Ferry Wawan Cahyono mendorong pemerintah provinsi untuk melakukan langkah-langkah antisipasi terkait kasus tersebut.

Ferry mengatakan, pemerintah provinsi, khususnya dinas kesehatan setempat untuk segera merespon persoalan ini.

“Tentunya meningkatkan sosialisasi atas kebijakan pemerintah pusat. Yaitu untuk tidak mempergunakan beberapa produk obat yang jadi penyebabnya,” ujarnya kepada Joglo Jateng, Senin (24/10).

Ia menuturkan, pemerintah perlu menyiapkan segala infrastruktur. Baik itu sarana, prasarana, dan pelayanan yang baik.

“Sehingga nanti ketika case itu muncul, pemerintah sudah siap dengan segala kondisi. Seperti dukungan dari rumah sakit atau pihak lain,” ungkapnya.

Untuk pencegahan, menurutnya, semua pihak agar memitigasi kasus gagal ginjal akut pada anak. Sehingga, ke depannya kasus itu tidak muncul lagi, terutama di Jawa Tengah.

Selain itu, ia menguraikan beberapa langkah antisipasi yang perlu dilakukan. Yaitu terkait pentingnya sosialisasi dan komunikasi pada masyarakat terhadap case yang berkembang. Sehingga kasus tersebut tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

“Lalu, memberikan sosialisasi atas penggunaan obat-obatan yang saat ini tengah dilakukan screening oleh pemerintah pusat. Artinya, pemerintah pusat perlu melakukan sosialisasi kepada stakeholder yang lain. Baik itu ke tenaga medis (dokter, apoteker) lalu masyarakat luas untuk mengikuti arahan itu. Ya itu proses mitigasinya,” paparnya.

Lebih jauh, lanjutnya, yang menjadi poin penting ialah menyiapkan infrastruktur, sarana dan prasarana di rumah sakit. Ketika kasus itu naik, maka rumah sakit tidak kolaps. Misalnya, ketika ada pelonjakan kasus dan sebagainya.

“Artinya, umumnya kita harus siap untuk melakukan mitigasi. Sehingga di Jawa Tengah itu case-nya tidak tinggi. Diharapkan langkah-langkah tadi dapat mengurangi risiko case itu masuk ke Jateng,” katanya.

Oleh karena itu, ia menegaskan, para stakeholder terkait untuk segera dikoordinasikan.

“Ketika rumah sakit belum siap, pelayanan serta sarana prasarana harus segera ditingkatkan,” tandasnya. (ziz/mg2)