Kudus  

Pengabdian Masyarakat Melalui Donor Darah

PEDULI: Suasana donor darah dalam rangka HUT IDI yang ke-72, Selasa (24/10/2022). (SHELA MEYLANI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kudus menggelar kegiatan donor darah dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 IDI. Kegiatan tersebut dilakukan secara serentak oleh IDI se-Indonesia.

Donor darah tersebut juga ditargetkan meraih rekor MURI untuk donor dokter seluruh Indonesia.

Ketua IDI Kudus Ahmad Syaifuddin melalui Ketua Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) IDI Kudus Luluk Adipratikto menjelaskan, donor darah tersebut diperuntukkan bagi seluruh warga IDI Kudus dan juga masyarakat umum. Pasalnya, kegiatan tersebut diadakan sebagai bentuk kepedulian IDI terhadap kesehatan masyarakat.

“Donor darah ini dibuka untuk umum. Dari mulai IDI, sektor kesehatan, dan dinas-dinas lain yang berada di sekitar kompleks perkantoran, juga masyarakat umum,” paparnya.

IDI Kudus menargetkan sekitar 75 kantong darah yang dapat dikumpulkan melalui kegiatan donor darah tersebut. Sedang, dari pusat atau IDI se-Indonesia ditargetkan mencapai 7.200 kantong darah. Harapannya, dengan pencapaian tersebut dapat menembus rekor MURI donor darah terbanyak yang dilakukan oleh dokter-dokter di Indonesia.

“Kegiatan tersebut di mulai dari pukul 08.00 hingga 12.00. Namun, selesainya akan menyesuaikan ketersediaan kantong darah, jadi kondisional,” terangnya.

Ia menyatakan, sebenarnya puncak acara HUT IDI dilangsungkan pada Senin (24/10) lalu, perayaan tersebut diikuti oleh seluruh Ketua IDI se-Indonesia, yang dilaksanakan di Bandung. Dan di hari Selasa pagi (25/10) dilaksanakan donor darah. Kemudian siangnya dilakukan acara tasyakuran.

Pihaknya menyampaikan harapan IDI untuk kedepannya, semoga IDI kedepannya dapat semakin professional, dan semakin maju dalam melakukan pelayanan masyarakat. Sesuai dengan tema HUT IDI kali ini, yakni ‘Berbakti untuk Negeri, Mengabdi untuk Rakyat, Satu IDI terus Maju’.

“Kita tidak memiliki IDI lain yang diakui pemerintah secara undang-undang, jadi hanya satu IDI saja. Harapannya dengan satu IDI dapat terus maju,” tuturnya. (cr1/fat)