Penjelasan terkait Kematian 151 Orang dalam Tragedi Halloween di Itaewon Korea Selatan

EVAKUASI: Para korban tewas dalam tragedi Itaewon ketika perayaan pesta Halloween di Seoul, Korea Selatan pada Minggu dini hari, 30/10/22. (JOGLO JATENG/Twitter: @realsikaosk)

Yoon Suk Yeol juga memerintahkan agar semua tempat tidur di rumah sakit disiapkan untuk tragedi Itaewon ini.

Wali Kota Seoul, Oh Se Hoon juga langsung bertolak kembali ke Korsel seusai kunjungannya ke Eropa, tak lama setelah mendengar tragedi Itaewon ini.

Penyebab Kematian

Banyaknya pengunjung yang saling berdesakan di Jalanan Itaewon membuat mereka mengalami sesak dan terinjak. Selain itu, beberapa sumber juga menyebut jika banyak korban yang meninggal akibat serangan jantung.

Menukil dari DetikHealth, salah satu profsor yang mempelajari terkait kerumunan di University of Suffolk Inggris menjelaskan, korban meninggal ketika berada di kerumunan adalah karena kekurangan oksigen. Kemudian membuat pasokan darah yang mengalir ke otak semakin berkurang.

“Dibutuhkan 30 detik sebelum Anda kehilangan kesadaran. Sekitar enam menit, sebelum mengalami asfiksia kompresif atau restriktif. Umumnya itu penyebab kematian yang berkaitan dengan tubuh yang tidak hancur, tetapi mati lemas,” ungkapnya.

Menurut penjelasannya, orang yang berada di tengah kerumunan mendapatkan tekanan dari segala sisi sehingga menyebabkan kesulitas bernapas. Tekanan pun meningkat secara bertahap. Seringnya hal ini tidak langsung disadari oleh orang-orang. Mereka akan sadar terjadinya bahaya ketika kondisi tubuh sudah begitu memprihatinkan.

Penyidik memeriksa tempat kejadian di mana banyak orang tewas dan terluka karena terinjak-injak saat festival Halloween di Itaewon, Seoul, Korea Selatan pada Minggu, 30/10/22. (Antara/Joglo Jateng)