Demam, IDAI Anjurkan Anak Dikompres Dahulu

AMANKAN: Apoteker Kimia Farma saat sedang mengemasi Obat Sirop saat ada kebijakan penyetopan sementara dari pemerintah, belum lama ini. (ISTIMEWA/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Menyusul penghentian pendistribusian atau penjualan obat sirop, Ikatan Dokter Anak Indonesia Jawa Tengah menganjurkan orang tua untuk mengompres anaknya ketika demam. Baru setelah itu ketika belum sembuh, lakukan langkah-langkah pengobatan lanjutan.

Sekretaris IDAI Jateng, Choirul Anam mengatakan, upaya penghentian obat sirop merupakan bentuk kewaspadaan untuk mengantisipasi terjadinya gagal ginjal akut pada anak. Oleh sebab itu, pihaknya merekomendasikan pengganti obat sirup dengan memberikan minum air putih dan kompres.

“Sementara waktu sampai Kemenkes atau BPOM mengeluarkan imbauan baru, jadi untuk sementara tidak menggunakan semua obat dalam bentuk sirup dan drop. Karena ini masih dalam penelitian untuk menilai kandungan etilen glikol yang diduga dapat menyebabkan gagal ginjal. Nah, untuk orang tua yang anaknya panas beberapa langkah yang harus di lakukan sebelum minum obat, kalau bisa di kompres dulu,” kata Anam, saat dihubungi, Minggu (30/10/22).

Ketika sudah dikompres, lanjutnya, orang tua perlu melakukan evaluasi selama 20 menit, apakah sudah ada perubahan atau tidak. Jika suhu badan anak juga tak kunjung turun, ia menyarankan orang tua untuk memberikan obat penurun panas anak dalam bentuk tablet, melalui dubur atau dalam bentuk puyer.

“Obat-obatan yang direkomendasikan sementara ini, dalam bentuk supositoria atau melalui anus, atau bentuk puyer sesuai dengan dosisnya sambil dievaluasi sakitnya,” jelasnya.

Meskipun pihaknya menyarankan untuk meminum air putih, namun ada hal yang terpenting jangan berlebihan. Untuk anak usia di bawah 5 tahun, sebaiknya minum susu.

“Nutrisional water, jangan terlalu banyak air putih. Karena, dia masih membutuhkan kandungan protein yang tinggi untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Anak remaja mungkin air putih. Dan tak lupa, pola hidup bersih serta ingat menghindari kerumunan karena masih pandemi,” ucapnya.

Saat ditanya apakah di tingkat tenaga kesehatan masih memberikan resep obat sirop kepada masyarakat, Anam memastikan di kalangan dokter dan konsumen sudah disarankan tidak menggunakan obat sirop hingga hasil investigasinya jelas. Selain itu, dirinya juga meminta kepada orang tua tidak panik apabila anak mengalami demam. Pasalnya, masih banyak obat alternatif yang dapat direkomendasikan apabila dikonsultasikan ke dokter.

“Tentunya, indikasi medis atau enggak itu kan dokter harus selalu dikonsultasikan ke dokter masing -masing. Untuk menjaga apakah penggunaan obat ini diperlukan apa belum. Itu harus diperhatikan apalagi situasi seperti ini, kurangi dulu obat bebas karena enggak tahu kandungannya dan keamanannya,” imbuhnya. (luk/gih)