KUDUS, Joglo Jateng- Momen Natal dan Tahun Baru kini semakin mendekat, mobilitas masyarakat pun turut semakin tinggi. Sementara itu, angka kasus Covid-19 kembali mencuat. Dikhawatirkan kasus Covid-19 semakin melambung tinggi apabila masyarakat abai dengan protokol kesehatan, khususnya pada momen Nataru.
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kudus Ahmad Syaifuddin menjelaskan, meningkatnya mobilitas masyarakat dalam momen Nataru atau Natal dan Tahu Baru dapat menjadi momen dimana kasus Covid-19 juga turut naik. Untuk itu, pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap menaati protokol kesehatan di manapun dan kapanpun.
“Saya prediksi kasus Covid-19 dapat kembali naik apabila masyarakat semakin abai dengan protokol kesehatan. Terlebih, di momen yang mobilitasnya tinggi ini, seperti momen Nataru,” ungkapnya.
Hal tersebut diungkapkan karena pihaknya berkaca dengan kasus yang terjadi pada tahun lalu. Terlebih kini telah ada varian Covid-19 yang baru, yakni Omicron XBB. Yang mana varian baru Omicron XBB tersebut penularannya diklaim lebih cepat dibandingkan Covid-19 yang lalu.
“Diketahui, kini yang terpapar Covid-19 rata-rata mereka adalah orang yang belum vaksinasi booster. Atau bahkan belum vaksinasi sama sekali atau tidak lengkap,” ujarnya.
Maka itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat, utamanya masyarakat Kudus untuk segera melengkapi vaksinasi Covid-19, dan terus menaati protokol kesehatan dimanapun dan kapanpun. Sehingga dapat menjadi upaya menghindari terpaparnya Covid-19 ataupun covid varian baru. Meski begitu, ia meyakini nantinya pandemi Covid-19 akan tetap berubah menjadi endemi.
“Entah kapan akan endemi, namun saya percaya pandemi ini akan berakhir suatu saat. Saya berharap, Pemkab juga dapat lebih giat lagi sosialisasikan vaksinasi dan memperbanyak gerai vaksin,” tuturnya. (cr1/fat)










