SEMARANG, Joglo Jateng – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang optimistis bisa capai target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Semarang di akhir tahun. Tercatat per Kamis (17/11) PAD telah mencapai 82,67% dari total target Rp 2,1 triliun. Sementara, kekurangan yang harus didapatkan untuk mencapai target yakni Rp 330 miliar.
Kepala Bapenda Kota Semarang, Indriyasari, menyampaikan bahwa pihaknya optimis dapat merealisasikan PAD sesuai target dalam waktu 1,5 bulan. Menurutnya, perekonomian di Kota Semarang sendiri sudah mulai bergeliat dan berkembang.
“Kita lihat masyarakat, sepertinya aktivitas sudah mulai bergeliat, sehingga baik. Hotel juga sudah penuh, restoran juga laris, kemudian tempat parkir juga ramai, reklame juga dimana-mana ada. Maka saya optimis nanti akan bisa mencapai target,” ujarnya, belum lama ini.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa capaian paling tinggi berasal dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang saat ini sudah mencapai 97% dari target. Kendati demikian, ia tetap mengingatkan masyarakat yang belum membayarkan PBB nya untuk segera melunasi.
Terlebih, saat ini diskon atau pengurangan denda pajak masih berlaku. Keringanan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk segera melunasi PBB yang menunggak. “Nah, yang belum ini nanti bisa dibayarkan, di bulan ini masih ada diskon untuk denda administrasi. Jadi, tidak perlu khawatirkan denda,” ungkapnya.
Disamping itu, pihaknya juga mengandalkan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang dibayarkan oleh pelaku usaha dan perbankan. Menurutnya, akhir tahun menjadi waktu yang biasanya digunakan para pelaku usaha untuk melunai BPHTB.
Selain itu, beberapa Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Kota Semarang telah menyerahkan dividennya kepada Pemkot. Nantinya, ia juga akan memastikan seluruh BUMD untuk menyerahkan dividennya.
Berkaitan dengan retribusi, ia juga mengingatkan kepada seluruh OPD untuk menggencarkan penarikan retribusi yang dinaunginya. “Untuk target pendapatan dari sektor retribusi, ini para OPD juga sedang bergerak terus untuk berusaha mencapai target. Untuk perdagangan, untuk retribusi pasar, kemudian parkir dinas perhubungan,” ujarnya. (luk/gih)










