SEMARANG, Joglo Jateng – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflassi pada November 2022 di Kota Semarang sebesar 0,13 persen. Data tersebut merupakan indeks harga konsumen (IHK) yang berjumlah 112.35 persen.
Kepala BPS Kota Semarang, Fachrudin mengatakan bahwa ini merupakan capaian yang cukup bagus. Mengingat adanya isu resesi yang akan mempengaruhi perekonomian pada 2023 mendatang.
“Ini capaian yang bagus sebetulnya, di tengah gonjang-ganjing perekonomian yang dimungkinkan pada tahun 2023 alami resesi, kemudian pasca kenaikan harga BBM di bulan September 2022, di bulan November inflasi tapi kecil,” ungkapnya, belum lama ini.
Fachrudin memaparkan, untuk hitungan inflasi berdasarkan data tahun ke tahun (yoy) Kota Semarang sudah di angka 5,15 persen. Di mana data tersebut sudah lebih dari bagus jika menghimpun standar Bank Indonesia (BI) yakni 3±1 atau 3+/-1.
“Saya salut pengendalian inflasi Kota Semarang yang terus bergerak, yang di mana bulan Desember biasanya akan mengalami inflasi yang tinggi. Karena BI sebetulnya punya patokan inflasi dalam kondisi normal yaitu 3±1, secara tahun kalender kita sudah melampaui 0,52 persen. Mudah-mudahan Kota Semarang bisa menahan agar tidak terjadi kenaikan melebihi 7 persen,” paparnya.
Lebih lanjut, BPS Kota Semarang mencatat bahwa tingkat inflasi di Kota Semarang berasal dari berbagai elemen. Di antaranya adalah kelompok makana, minuman, tembakau. Kemudian pakaian, alas kaki, air listrik, gas dan bahan bakar rumah tangga.
“Untuk makanan, minuman, dan tembakau itu sebesar 0,30 persen, pakaian dan alas kaki 0,42 persen, sementara perumahan, air dan listrik gas dan bahan bakar rumah tangga di mengalami deflasi sebesar 0,20, serta perlengkapan peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,03 persen, kesehatan 0,16 persen, transportasi 0,33 persen, informasi dan komunikasi dan jasa keuangan -0,09 persen, rekreasi olahraga dan budaya 0,98 persen di pendidikan 0,” jelasnya
Selain itu, 10 komoditas penyumbang andil inflasi pada November 2022 yakni untuk inflasi pada angkutan udara sebesar 0,0726, minyak goreng 0,0468, telur ras ayam 0,457, daging ayam ras 0,0264, sawi hijau, 0,0228, tomat 0,0220, emas perhiasan 0,0191, bioskop, 0,0189, rokok kretek filter 0,0179, serta bahan makanan brokoli 0,0176.
Disisi lain, untuk tingkat deflasi di Kota Semarang dipengaruhi oleh bensin 0,0044, semen 0,0049, sabun detergen 0,0055, pisang 0,0065, sabun mandi 0,0069, bawang putih 0,0075, tarif kendaraan 0,0124, bahan bakar 0,0358.
“Kemudian untuk cabai rawit -0,0425, serta cabai merah 0,1721,” tutupnya. (luk/gih)










