Pati  

Ganjar: Pembangunan Jembatan Juwana tak Bisa Dipercepat

SIDAK: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat meninjau pembangunan Jembatan Juwana, belum lama ini. (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Pembangunan Jembatan Juwana tak bisa dipercepat. Hal itu disampaikan oleh Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo saat meninjau progres pembangunan jembatan tersebut, beberapa hari lalu.

“Kalau ini masih agak panjang. Jadi kira-kira lebaran tahun depan. Tugas kita bagaimana mengatur lalu lintas agar bisa lancar karena banyak kelokan. Mungkin ini ide saya ditaruh orang,” kata Ganjar.

Oleh karena itulah, pihaknya meminta agar masyarakat bisa bersabar. Karena, ada sejumlah tahapan pengerjaan yang membutuhkan waktu. Seperti salah satunya dengan membuka baut jembatan.

“Masyarakat bisa memahami situasi ini kemudian jalur alternatifnya diketahui. Kalau melihat kondisi ini nggak bisa cepat. Kecuali Bandung Bondowoso yang datang kesini,” ujar dia.

Akan tetapi, Ganjar juga telah memberikan solusi kepada  PT Bukaka Teknik Utama untuk mempercepat pembangunan dengan menambah tenaga kerja. Sehingga penggerjaan dapat dipercepat.

“Mereka harus membongkar ini bagaimana bisa dipercepat. Solusi paling gampang yaitu menambahkan orang. Tapi kita perlu menghitung betul karena harus satu untuk mengendorin skrop,” imbuhnya.

Sementara itu, General Superintendent PT Bukaka Teknik Utama Fachrizal Naikem menyatakan, pihaknya akan menindaklanjuti usulan dari Ganjar tersebut.  Akan tetapi tidak bisa dilakukan secara sembarangan.

“Permintaan pak Ganjar bisa kami lakukan. Tapi tidak frontal karena baut tidak semua orang bisa masuk, bisa berakibat fatal. Elemen harus diambil sesuai dengan susunannya. Kalau semua susunannya dibuka akan terjadi ambruk. Jadi percepatan boleh kalau untuk pengendoran,” terang dia.

Dia juga menjelaskan bahwa kerangka jembatan tidak boleh dipotong secara sembarangan. Sebab, pihaknya harus mengambilkannya secara utuh ke negara.

“Kalau di potong tidak boleh. Karena jembatan ini tidak boleh dirusak. Karena jembatan ini akan digunakan, mungkin untuk jembatan di luar daerah. Jadi tidak boleh rusak karena milik negara. Jadi kita kembali jembatan ini dalam kondisi utuh,” tuturnya.

Sementara itu, pihaknya telah menargetkan pembangunan Jembatan Juwana rampung sebelum Idul Fitri atau April 2023. Sehingga bisa gunakan oleh masyarakat. (lut/fat)