Museum Kota Lama Tambah Koleksi Hologram 3D

SUASANA: Pengunjung tengah menggunakan fasilitas yang tersedia di Museum Kota Lama Semarang, Minggu (15/1/23). (LU'LUIL MAKNUN/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Hampir satu tahun berdiri, Museum Kota Lama Semarang yang menggunakan teknologi imersif ini terus memanfaatkan ruang kosong agar berfungsi dengan baik. Khususnya untuk menggaet pengunjung generasi milenial.  Selain itu pembaharuan isi museum juga dilakukan agar pengunjung tidak bosan.

Kepala Disbudpar Kota Semarang Wing Wiyarso menyebut, Museum Kota Lama masih dalam proses pengembangan baik dari segi pembangunan maupun koleksinya. Ke depan pihaknya akan menambahkan koleksi artefak agar tercipta suasana baru dan menambah wawasan pengunjung.

“Masih banyak proses pengembangan yang kita lalukan, termasuk penambahan koleksi artefak. Karena mencari barang situs sejarah itu tidak mudah, jadi saat ini kita sedang menjalin akses dibantu dengan kementerian pendidikan kebudayaan,” ungkapnya, Minggu (15/1/23).

Lebih lanjut, pihaknya juga akan menjalin kerjasama dengan Museum Leiden Belanda dalam pengembangan museum. Pembenahan terus dilakukan untuk mengoptimalkan kemajuan museum.

“Rencananya kita akan dibantu untuk mendapatkan akses ke Museum Leiden. Karena Museum Leiden mempunyai barang peninggalan Semarang baik manuskrip, transkrip, hingga artefak. Syukur nanti Museum Leiden bisa bekerjasama dengan kita untuk mengembangkan Museum Kota Lama,” tambahnya.

Ke depan pihaknya juga akan memanfaatkan ruangan atas untuk kegiatan komunitas anak-anak muda dalam mengenal sejarah. Sejauh ini masih satu yang sudah terlaksana, yaitu Hologram Warak Ngendhog.

Pantauan Joglo Jateng saat datang ke Museum Kota Lama Semarang, pengunjung yang datang di dominasi anak muda. Mereka dengan seksama mendengarkan arahan dari tour guide mengenai sejarah Kota Semarang.

Museum Kota Lama Semarang Muhamad Nashrullah mengatakan kedepan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang mempunyai tiga wacana pemberharuan pada museum. Pertama, pemberharuan konten museum. Kedua, akan ada penambahan teknologi sensor air di bagian lantai museum, yang di letakan di ruang pertama. Ketiga koleksi hologram Warak Ngendog.

Hologram Warak Ngendhog ini merupakan gambaran keberagaman dan perpaduan tiga etnis yang ada di Kota Semarang. Yakni kepala naga melambangkan etnis Tionghoa, badan unta etnis Arab, dan kaki kambing etnis Jawa.

Terpisah, Plt Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, pembenahan-pembenahan di Museum Kota Lama dilakukan untuk menarik perhatian pengunjung. Sekaligus memberikan ruang bagi anak-anak muda untuk melakukan kegiatan yang positif.

“Memang rencana dari Disbudpar ini saya minta mengubah interior. Kemudian memaksimalkan ruang yang atas (rooftop), itu nanti bisa untuk kongkow-kongkow anak-anak muda,” ungkapnya. (ara/mg4)