Antisipasi Resesi, Disperindag Sleman Tingkatkan Kinerja Ekspor

MENUNGGU: Salah satu pelaku UMKM Kabupaten Sleman saat menjajakan usahanya dalam event Koperasi dan UMKM Expo, beberapa waktu lalu. (ISTIMEWA/JOGLO JOGJA)

SLEMAN, Joglo Jogja – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman mulai mengantisipasi isu akan datangnya resesi di Indonesia. Peningkatan kinerja ekspor terus dilakukan sebagai upaya persiapan menghadapi datangnya resesi.

Kepala Disperindag Sleman Mae Rusmi Suryaningsih mengatakan, meskipun saat ini isu resesi global belum terlihat secara signifikan, namun pihaknya mengaku telah berdiskusi dengan sejumlah pakar ekspor. Hal ini dilakukan untuk memetakan produk apa saja yang laris di pasar ekspor pada tahun ini. Sehingga komoditi ekspor dapat menyesuaikan dan tidak mlempem.

“Sejumlah pakar ekspor telah kami ajak berdiskusi untuk pemetaan produk yang diminati di pasar ekspor. Kami harus tahu di luar itu trennya apa, model yang sedang berkembang seperti apa,” katanya.

Sejauh ini, permintaan ekspor masih pada beberapa tren yang cukup familier di Indonesia, bahkan di Sleman. Di antaranya fashion, mebel, makanan, anyaman, hingga alat-alat kesehatan. “Namun memang dalam ekspor ini kadang-kadang ada hal tidak terduga,” tuturnya.

Mae berharap, datangnya resesi tidak akan berdampak besar pada kinerja ekspor, khususnya di Sleman. Oleh karena itu, program peningkatan kapasitas terus digencarkan secara masif.

Kualitas produk menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan ekspor. Selain itu, upaya-upaya yang selama ini dilakukan yaitu dengan membuat pameran-pameran yang mendatangkan banyak buyers, tetap akan terus di optimalkan.

Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyebutkan, setidaknya ada 90 ribu lebih Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Sleman yang harus dikurasi dan ditingkatkan kualitasnya. Sebab pasar ekspor sangat potensial. Sehingga, dalam hal ini pelaku UMKM diminta untuk menangkap peluang tersebut agar dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi. (cr5/abd)