Media Maket Berbasis Aplikasi Mobile Learning di Kelasku

Oleh: Eko Sudinuryanto, S.Pd., M.Pd.
Guru SMP N 2 Demak

INOVASI pembelajaran sangat penting untuk keberlangsungan sebuah proses transformasi pendidikan. Peran guru sangat penting dalam mempersiapkan generasi penerus bangsa. Keberhasilan tersebut akan terlihat ketika guru berhasil mewujudkan impian para siswa dalam menggapai cita-citanya. Oleh karena itu, para guru harus mempunyai bekal yang cukup, semangat yang tinggi, dan bekerja keras untuk menciptakan situasi pembelajaran yang dinantikan siswa. Dengan bekal yang cukup, maka guru akan mampu menciptakan pembelajaran yang aktif, kreatif dan inovatif. Sehingga siswa akan terbiasa dengan kondisi pembelajaran seperti ini.

Selamat Idulfitri 2024

Media adalah wahana untuk menyalurkan pesan dan informasi belajar untuk siswa (Nurseto, 2011:34). Untuk mencapai hal tersebut, maka media harus dirancang dengan baik dan benar, untuk bisa membantu siswa dalam mendapatkan nilai yang baik. Masing-masing media mempunyai karakteristik, sehingga pemilihan media dalam proses belajar mengajar sangat penting. Guru harus bisa memilih sebuah media yang sesuai dan bisa digunakan dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan yang sistematis sebelum menentukan media yang akan dipakai dalam proses belajar mengajar di kelas.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Kegiatan pembelajaran dengan media maket diawali dengan berdoa, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pengucapan visi misi SMP Negeri 2 Demak. Setelah itu peneliti menyampaikan kepada siswa bahwa pada pertemuan hari itu, pembelajaran Simple Present Tense akan menggunakan bantuan media. Peneliti menerangkan bagaimana cara menggunakan media tersebut dalam pembelajaran. Media tersebut digunakan untuk memudahkan siswa pada kegiatan presentasi. Media maket membantu siswa untuk memudahkan mereka dalam bercerita tentang apa yang siswa lakukan setiap hari.

Pembelajaran karakter mandiri ada pada penggunaan media laptop dan smartphone. Di dalam media yang sudah didesain peneliti ini, siswa sudah dibekali sebuah media. Di dalam media tersebut terdapat materi, soal, dan penjelasan lain. Siswa harus mampu mengatur waktu untuk belajar dan berusaha memahami apa yang sudah disajikan di dalam media. Peneliti ingin merubah mindset siswa yang menganggap bahwa kelas hanyalah sebuah tempat yang dibatasi empat dinding. Yaitu dinging depan, belakang, serta samping kanan dan kiri.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Peneliti memberikan sebuah pembelajaran yang disebut sebagai global classroom. Dengan cara seperti ini, peneliti bisa mengajak siswa untuk belajar di tempat lain seperti di taman, perpustakaan, musholla, dan hall. Pembelajaran seperti ini pasti akan disukai oleh siswa. Jika siswa belum memahami materi yang diajarkan, mereka bisa meng-copy file tersebut untuk dipelajari di rumah.

Peneliti telah selesai melakukan penelitian dengan mengkombinasikan media maket manual dan aplikasi Mobile Learning. Dari serangkaian kegiatan yang telah dilakukan oleh peneliti dalam proses pembelajaran dapat disimpulkan sebagai berikut. Pertama, kombinasi media maket dan aplikasi mobile learning yang digunakan dalam pembelajaran bisa meningkatkan karakter mandiri dan hasil belajar. Indikasinya bisa dilihat dari sikap siswa dalam mengikuti proses pembelajaran, mempunyai sikap percaya diri, mempunyai kemampuan berkomunikasi, dan memahami hak dan kewajiban. Pada keterampilan speaking, penggunaan media yang mengkombinasikan antara media maket dan aplikasi mobile learning bisa meningkatkan hasil belajar siswa.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Kedua, hasil pembelajaran dengan menggunakan media yang mengkombinasikan media maket manual dan aplikasi Mobile Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Berdasarkan data yang telah diperoleh oleh peneliti, semua siswa telah berhasil mencapai nilai KKM. Sedangkan karakter kamandirian siswa berimbas pada sikap mereka selama proses pembelajaran. Dari hasil penilaian yang dilakukan peneliti yang berkaitan dengan sikap toleransi, tenggung jawab, dan percaya diri menunjukkan bahwa rata-rata siswa mempunyai sikap yang sangat baik (SB). (*)