Gelar Sekolah Kepemimpinan Politik, PKS DIY Targetkan Raih 15% Suara

LUGAS: Presiden PKS, Ahmad Syaikhu saat memberikan materi dalam kegiatan Sekolah Kepemimpinan di Kantor DPTW PKS DIY, Minggu (5/3/23). (HUMAS/JOGLO JOGJA)

KOTA, Joglo Jogja – Untuk meningkatkan kompetensi anggota PKS, terutama bagi yang maju sebagai calon anggota DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota, DPTW PKS DIY menyelenggarakan Sekolah Kepemimpinan Politik Bakal Calon Anggota DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota. Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu (5/3/23), di Kantor DPTW PKS DIY.

Ketua DPW PKS DIY, M. Agus Mas’udi menyampaikan terima kasih kepada Presiden PKS, Ahmad Syaikhu yang hadir untuk mengisi Sekolah Kepemimpinan kali ini. “Pak Presiden safari keliling Indonesia dalam perjuangan pemenangan. Kita do’akan beliau selalu diberikan kesehatan”, ujar Agus Mas’udi.

Sementara itu, Presiden PKS Ahmad Syaikhu mengungkapkan kebahagiaannya dapat berjumpa dengan para peserta Sekolah Kepemimpinan kali ini. “Saya senang karena merasakan rasa optimisme yang besar,” ungkap Syaikhu.

Selain itu, Ahmad Syaikhu juga memberikan apresiasi kepada (Purnawirawan) Jendral yang bersedia bergabung menjadi Dewan Pakar PKS Pusat yang tinggal di Sleman. Yakni Letjen (Purn) HM. Setyo Sularso, SIP. Yang sekaligus hadir dan memberikan wawasan kepada para kader PKS yang hadir.

Syaikhu menekankan pentingnya perjuangan lewat jalur legislasi. Menurutnya, lewat jalur tersebut sangat banyak perubahan yang bisa terjadi, meskipun dari sedikit kata di aturan-aturan yang ada.

“PKS di pemilu 2024 menargetkan meraih 15%, olehkarenanya, mari kita bersatu untuk memperjuangkannya bersama-sama. 15% itu target minimal, tentu kita berharap bisa mendapatkan lebih”, tuturnya.

Dalam meraih target pemenangan, Presiden PKS juga memberikan arahan bagaimana untuk meraihnya. Ia menekankan pentingnya Politik Silaturahmi. Yaitu melakukan silaturahmi ke berbagai elemen masyarakat.

“Harapannya masyarakat akan lebih mengenal kita, dan sekaligus kita mengedukasi masyarakat agar bisa memiliki kualitas pilihan yang bagus yaitu tidak pragmatis,” pungkas Ahmad Syaikhu. (hms/bid)