“Selain menyambut Ramadan, ini juga sebagai ajang promosi produk-produk UMKM lokal di Kudus. Oleh karena itu, harapannya agar di momentum ini produk mereka semakin dikenal masyarakat luas,”
Bupati Kudus HM Hartopo.
KUDUS, Joglo Jateng – Setelah ditiadakan selama tiga tahun akibat Covid-19, Tradisi Dandangan di Kabupaten Kudus kembali digelar. Tradisi ini juga sebagai wadah untuk mengenalkan UMKM lokal kepada masyarakat luas.
Bupati Kudus HM Hartopo mengatakan, Dandangan di tahun ini berbeda dengan sebelumnya. Pasalnya, pihaknya memberikan fasilitas tempat tambahan untuk stand pedagang dan area bermain di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus.
“Selain menyambut Ramadan, ini juga sebagai ajang promosi produk-produk UMKM lokal di Kudus. Oleh karena itu, harapannya agar di momentum ini produk mereka semakin dikenal masyarakat luas,” ucapnya.
Pihaknya melanjutkan, UMKM lokal yang terdapat di gelaran tersebut ada sebanyak 75 persen. Sementara, sisanya diisi oleh pelaku UMKM luar daerah.
“Ada 75 persen UMKM lokal yang mengisi stand Dandangan. Sisanya, didatangkan dari luar daerah sebagai pelengkap,” tuturnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan Kudus Jadmiko Muhardi Setiyanto menyampaikan, tradisi Dandangan ini akan digelar selama 12 hari. Yakni dimulai sejak Sabtu, 11 Maret lalu hingga 22 Maret mendatang.
“Totalnya ada sebanyak 620 pedagang, baik dari dalam maupun luar Kudus yang meramaikan Dandangan kali ini. Adapun yang lokal ada sebanyak 461 pelaku dan 159 pelaku UMKM luar daerah,” ujarnya.
Sedangkan, stand UMKM tersebut ditempatkan di sepanjang Jalan Sunan Kudus, Jalan dr. Ramelan, Jalan Pangeran Puger, hingga seputaran Alun-alun Simpang Tujuh Kudus. “Ini kami siapkan hanya untuk momentum Dandangan di tahun ini,” pungkasnya. (hms/sam/fat)










