KUDUS, Joglo Jateng – rencana normalisasi sungai wulan yang dilakukan Menteri PUPR disambut baik dari kalangan organinasi lingkungan dikudus salah satunya dari Perkumpulan Petani Pemakai Waduk Ombo. Rencananya sungai wulan akan dinormalisasi sepanjang 47 km.
Menurut Ketua Federasi Perkumpulan Petani Pemakai Air (PPPA) Waduk Kedung Ombo, Akrab mengatakan, pengerukan memang perlu dilakukan. Mengingat sepanjang bantaran sungai wulan sudah mengalami pendangkalan. Hal ini membuat sungai tidak bisa lagi dalam menampung debit air dengan jumlah banyak.
“Bisa dilihat sekarang sudah sangat dangkal. Itu harus dikerus sedalam dalamnya. Kalau bisa disepanjang muara Juwana” ujarnya.
Banjir terjadi tidak hanya disebabkan curah hujan yang tinggi dan pendangkalan sungai saja. Namun hilangnya embung-embung tradisional disekitar rumah-rumah warga juga menjadi salah faktor penymbang banjir yang ada.
“Misalnya per embung panjang 20 meter dikalikan kedalaman 2 meter itu tinggal menhitung berapa panjang embung tersebut kalau satu desa. Dan berapa banyak jumlah air yang tertampung disitu” tuturnya.
Ia juga menambahkan, dengan adanya proyek besar ini pihaknya mengajak seluruh masyarakat mengawal agar maksimal. Sehingga tidak menjadikan banjir dikemudian hari. Ia juga menyorot di sungai Bakinah dibuatkan pintu pengendali banjir supaya air yang dialirkan ke sungai wulan tidak langsung banyak
Harpanya, kedepan di sungai Bakinah dibuatkan pintu pengendali banjir supaya arah dan pembuangan air menuju sungai Juwana dibuatkan tanggul yang besar. (cr6/fat)










