Usai Lebaran, Pengemis dan Manusia Silver di Kota Semarang Marak Kembali

Subkoordinator TSPO Dinas Sosial Kota Semarang Bambang Sumedi
TURUN KE JALAN: Subkoordinator TSPO Dinas Sosial Kota Semarang Bambang Sumedi saat menindaklanjuti pengemis di Jalan Alteri Soekarno-Hatta, Kecamatan Semarang Barat belum lama ini, Senin (8/5/23). (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Usai lebaran 2023, sejumlah pengemis dan manusia silver mulai bermunculan di sejumlah jalan di Kota Semarang. Hingga saat ini, wilayah yang banyak ditempati pengemis dan manusia silver adalah jalan Krapyak, Fatmawati, Banyumanik, Tlogosari, dan Gayamsari.

“Tlogosari paling banyak, sudah rawan sekali manusia silver di malam hari,” ucap Subkoordinator Tuna Susila dan Perdagangan Orang (TSPO) Dinas Sosial Kota Semarang Bambang Sumedi saat dihubungi Joglo Jateng, Senin (8/5/23).

Menurut hasil penelurusan pihaknya, alasan manusia silver dan pengemis tetap melakukan pekerjaannya, yakni hal itu sudah dijadikan profesi utama mencari nafkah. Karena lebih menguntungkan secara finansial, apabila dibandingkan dengan bekerja di pabrik.

“Mereka lebih milih jadi badut silver dibanding bekerja di pabrik atau pekerjaan yang berat. Karena lebih menguntungkan secara finansial,” demikian kata Bambang. (cr7/mg4)