YOGYAKARTA, Joglo Jogja – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) mengungkapkan, ada 5.000 Kartu Keluarga (KK) di Jawa dan Bali yang menginginkan program transmigrasi. Pengajuan itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Transmigrasi di Grha Sabha Pramana (GSP) Universitas Gadjah Mada (UGM) Selasa (16/5/23).
Kepala Kementrian Desa PDTT Abdul Halim Iskandar menyampaikan, sampai saat ini program transmigrasi masih sangat di butuhkan oleh masyarakat. Namun, dirinya tidak ingin tergesa-gesa dalam melaksanakan kegiatan itu.
Pasalnya, pihaknya menginginkan adanya perubahan undang-undang untuk kepemilikan lahan secara komunal. Lantaran, seperti kepemilikan lahan secara komunal itu sangat penting bagi masyarakat.
“Kita ingin melakukan program sebagus mungkin. Supaya transmingrasi tidak hanya memindahkan penduduk di satu tempat ke tempat lain, bamun bisa didesain sedemikian rupa dalam pelaksanaannya,” katanya saat sambutan acara yang bertajuk ‘Transmigrasi Modern untuk Indonesia Sejahtera.’
Lebih jauh, menurutnya, kedepan lahan transmigrasi tersebut telah menjadi milik warga namun tidak bisa di jual belikan. Sehingga, eksistensi kawasan yang di berikan kepada masyarakat nantinya masih dapat bertahan.
“Kita telah juga telah berkomunikasi dengan BPN (Badan Pertahana Nasional, red). Mereka siap mendukung dan mem-back up kebijakan kawasan transmigrasi dengan kepemilikan lahan secara komunal,” paparnya.
“Maka dari itu saya sangat berharap dukungan dari Muhaimin Iskandar yang sebagai Wakil DPR RI sekaligus calon presiden. Sehingga jika beliau menjadi presiden tentu transmigrasi akan menjadi lebih bagus dalam upaya pembaharuan,” sambungnya.
Sementara itu, dalam Rakornas yang diadakan pada 15 – 17 Mei itu, Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar menyebut, pembangunan transmigrasi adalah sinergi yang telah berhasil selama 73 tahun. Bahkan desa dan kecamatan hari ini telah menjadi daerah yang maju sampai saat ini.
“Sehingga saya yakin dan optimis dimana ada daerah transmigrasi, disitulah Indonesia kuat kokoh bersatu padu dalam berbagai kebhinekaan dan keberagaman,” tandasnya.(cr4/ziz)










